*Karma Orang Tua Tidak Akan Turun Kepada Anaknya*

- Redaktur

Selasa, 19 Oktober 2021 - 00:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Sangkakala.tv –
Seorang mahasiswi menangis tersedu-sedu dihadapan dosen agama Buddha yang penuh kasih terhadapnya.

• Ia sedih, kecewa, dan agak tergoncang batinnya menghadapi kenyataan pahit yang harus diterimanya saat ini.

• Ia tidak menduga bahwa hubungan cinta yang telah dibinanya selama ini harus kandas di tengah jalan.

• Ia tidak menyangka bahwa calon mertuanya akan menolak dirinya sebagai menantu hanya karena ia mempunyai seorang ayah yang gemar berjudi dan mabuk-mabukan.

• Ia sedih karena calon mertuanya beranggapan bahwa jika orangtuanya berkelakuan tidak baik, maka anaknya pasti mempunyai kelakuan yang tidak baik pula.

• Ia kecewa karena ia merasa bahwa anggapan itu tidak berlaku terhadap dirinya.

Dengan penuh kesabaran, dosen agama Buddha tadi memberikan nasihat-nasihat yang ternyata dapat menghibur mahasiswi tersebut.

Sesungguhnya karma orang-tua tidak menurun kepada anaknya karena setiap makhluk membawa karmanya masing-masing.

Namun, memang ada persamaan karma antara orangtua dan anak sehingga mereka bisa berkumpul dalam satu keluarga.
Setiap makhluk yang akan bertumimbal lahir harus mempunyai getaran karma yang sama dengan orang tuannya.

Jadi, pada saat mahasiswi tadi bertumimbal lahir melalui kandungan ibunya, ia mempunyai getaran karma yang sama pula.

Jika ia mempunyai ayah yang berkelakuan tidak baik, maka ini merupakan buah dari karma buruk yang pernah dilakukannya pada kehidupan yang lampau.

Dengan demikian, ia tidak boleh membenci ayahnya.
Ia tidak boleh menyalahkan ayahnya.
Ia tidak boleh beranggapan bahwa ayahnyalah yang merupakan penyebab putusnya hubungan cintanya dengan teman kuliah-nya itu.

Sesungguhnya, hubungan cintanya juga bisa putus diakibatkan oleh karma buruk lain yang pernah dilakukannya pada kehidupan yang lampau.

Dalam kita suci Dhammapada Bab XXIII syair 332, dikatakan :

“Berlaku baik terhadap ibu merupakan suatu kebahagiaan dalam dunia ini ;
Berlaku baik terhadap ayah juga merupakan kebahagiaan.
Berlaku baik terhadap pertapa merupakan suatu kebahagiaan dalam dunia ini ;
Berlaku baik terhadap para ariya (orang suci) juga merupakan kebahagiaan.”

Ayah dan ibu merupakan orang tua kita. Walau bagaimanapun buruknya sifat ayah dan ibu kita, mereka tetap orangtua kita.
Sebagai anak, kita wajib menghormati dan menyayangi mereka.

Jika mereka berkelakuan tidak baik, maka kita wajib berusaha untuk menyadarkan mereka agar berubah ke jalan yang benar.
Memang ini bukan merupakan suatu tugas yang mudah, tetapi usaha yang kita lakukan dengan penuh pengorbanan pun tak akan sia sia.

Anak yang baik tidak akan menyalahkan orang lain bila ia menghadapi keadaan yang tidak menyenangkan. Hendaknya ia menyadari bahwa penderitaan itu hanya datang kepada orang yang memang harus menerimanya.

Ia akan menerima penderitaan itu dengan tabah walau tidak dapat dipungkiri bahwa pada saat itu pasti batinnya agak terguncang.
Namun, ia tidak akan terlalu berlarut-larut dalam kesedihan.
Ia akan menyadari bahwa tak ada gunanya menyesali peristiwa yang telah terjadi.

Jika hubungan cinta itu memang harus kandas di tengah jalan, maka hal ini tidaklah perlu terlalu ditangisi.
Masih ada kira-nya pemuda lain yang lebih baik dari dia.
Masih ada calon mertua yang dapat mengerti keadaannya dan mau menerimanya sebagai menantu.

Masih banyak calon mertua yang tidak berpandangan picik seperti tersebut diatas. Dan masih banyak orang tua yang yakin bahwa calon menantunya merupakan orang yang baik walaupun orangtua calon menantunya tsb berkelakuan tidak baik.

Mahasiswi di atas merupakan gadis yang baik.
Ia dapat menjadi baik berkat pendidikan agama yang telah diperolehnya di bangku sekolah.
Ia tekun belajar agama Buddha.
Ia rajin mendengarkan dan berdiskusi Dhamma dengan tokoh-tokoh Buddhis.
Ia senantiasa berusaha melaksanakan Pancasila Buddhis dalam kehidupannya sehari-hari.
Ia senang berbuat amal sesuai degan kemampuannya.

Jika kelak ia berumah tangga, ia telah bertekad untuk menjadi seorang istri yang setia dan selalu berpuas hati kepada suaminya.
Ia juga bertekad untuk selalu menghormati ayah dan ibu mertuanya sebagai dewa dan dewi.
Ia yang telah terbiasa hidup sederhana itu bertekad untuk tidak menjadi istri yang materialistis. Sesungguhnya pemuda yang kelak dapat memperisteri dirinya itu lah yang akan bahagia.

Dengan demikian, nyatalah bahwa dari orangtua yang berkelakuan tidak baik mungkin saja terlahir anak-anak yang berkelakuan baik.

SALAM ROMO ASUN GOTAMA.
WASEKJEND DPP WALUBI.

(Redaksi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pengurus BKS Pemuda/i GKPI Wil.VII Humbahas, Samosir, Toba dan Taput Periode 2025-2030
Pemkab Humbang Hasundutan Hadiri Festival Paduan Suara Antar Gereja se-Kecamatan Lintongnihuta dan Paranginan
Bupati Humbahas Hadiri Pelantikan Pengurus WKRI Cabang Humbang Hasundutan Masa Bakti 2026-2029
Jumat Berkah, TNI-Polri dan Satpol PP Tebar Kepedulian untuk Warga
Warga Kecewa Kondisi Baru Masjid Nurul Wathon Pakansari, Fasilitas Dinilai Banyak Rusak
Wakil Bupati Tapteng Berangkatkan Calon Jemaah Haji Kloter 14 Embarkasi Medan
55 Jamaah Calon Haji Asal Tapteng Diberangkatkan
Wabup Tekankan Integritas Majelis Hakim di MTQ ke-59
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:23 WIB

Pengurus BKS Pemuda/i GKPI Wil.VII Humbahas, Samosir, Toba dan Taput Periode 2025-2030

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Humbang Hasundutan Hadiri Festival Paduan Suara Antar Gereja se-Kecamatan Lintongnihuta dan Paranginan

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:22 WIB

Bupati Humbahas Hadiri Pelantikan Pengurus WKRI Cabang Humbang Hasundutan Masa Bakti 2026-2029

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:58 WIB

Jumat Berkah, TNI-Polri dan Satpol PP Tebar Kepedulian untuk Warga

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:01 WIB

Warga Kecewa Kondisi Baru Masjid Nurul Wathon Pakansari, Fasilitas Dinilai Banyak Rusak

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemkab Toba Dukung Renovasi Gedung HKBP Siriaria, Resort Sitorang

Senin, 1 Jun 2026 - 23:10 WIB