*KEBIMBANGAN DAN KEYAKINAN*

- Redaktur

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 06:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. BEKASI | Sangkakala.tv –
“Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang ?” (Mat. 14:31).

Juruselamat kita yang terpuji memberitahu para murid-Nya keajaiban apa yang dapat mereka lakukan jika mereka percaya dan “tidak bimbang” (Mat. 21:21)
“Iman tanpa kebimbangan” dalam Matius adalah iman sebesar “biji sesawi”(Luk. 17:6).

Kebimbangan yang diperingatkan oleh Kristus kepada para pengikut-Nya adalah jenis kebimbangan yang mencoba mencuri keyakinan kesejatian iman mereka.

Misalnya, anda mungkin memiliki damai sejahtera batin tetapi tidak memiliki sukacita; dan paradoks yang nyata ini dapat menyebabkan anda meragukan iman anda. Hari mungkin senyap dan tenang meskipun tidak semuanya megah dan cerah disinari matahari.

Meskipun Penghibur mungkin tidak datang dengan pengiburan yang emosional, Dia telah menghalau badai kesusahan jiwa anda. Dan kedamaian sejati, seperti halnya kesukacitaan, adalah bukti dari “iman yang tulus ikhlas” (2Tim. 1:5).

Cara lain kebimbangan mencoba menipu dan mendesak orang percaya untuk menyangkal imannya adalah melalui ketiadaan damai itu sendiri. Kita berdamai dengan Allah segera setelah kita percaya kepada Kristus tetapi kita tidak selalu berdamai dengan diri kita sendiri.

Pengampunan mungkin sudah melewati tangan dan segel sang raja, namun belum sampai di tangan sang terpidana.

Apakah anda tidak berpikir bahwa penghuni pulau dengan gegabah telah menuduh Paulus sebagai seorang pembunuh karena ular itu menempel padanya ?

Lalu mengapa anda mengutuki diri anda sendiri sebagai orang yang tidak percaya ketika konflik dan penderitaan batin menempel pada semangat anak Allah paling mulia yang Allah miliki di bumi ?

Kitab Suci mengkaitkan kebimbangan dengan kekuatan iman, bukan pada keberadaannya.

“Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang ?” (Mat. 14:31).

Ini adalah kata-kata Kristus kepada Petrus yang tenggelam, Dia menegur kebimbangan dan pada saat yang sama mengakui realita iman, meskipun sangat lemah.

(Redaksi)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Humbahas Hadiri Penerimaan Sakramen Krisma dan Pelantikan Pengurus Gereja se-Paroki St. Lusia Parlilitan
Perayaan Paskah Oikumene Tapteng, Bupati: Kita Harus Bangkit dan Menjadi Pejuang Pemulihan
Meriah dan Penuh Hikmat, Pemkab Humbahas Rayakan Paskah 2026 Bersama Masyarakat
GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) se-Resort Lintongnihuta Semarakkan Paskah II di Simpang Kawat
Ponpes Tahfizh Darut Taufik Ar-Rahman Gelar Halal Bihalal, Dihadiri Sejumlah Artis Tanah Air
PWI Kota Bogor dan Perumda Tirta Pakuan Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi serta Kenalkan Direksi Baru
Kapolsek Balaesang Iptu Ramto L : Warga Jawa Perantau dan Lokal Nikmati Rasa Syukur Lebaran Ketupat di Pantai Sibayu
Khutbah Jumat: Usai Ramadan, Umat Diingatkan Jangan Hanya Rajin Ibadah Saat Bulan Suci
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 19:15 WIB

Bupati Humbahas Hadiri Penerimaan Sakramen Krisma dan Pelantikan Pengurus Gereja se-Paroki St. Lusia Parlilitan

Jumat, 24 April 2026 - 23:06 WIB

Perayaan Paskah Oikumene Tapteng, Bupati: Kita Harus Bangkit dan Menjadi Pejuang Pemulihan

Rabu, 15 April 2026 - 15:15 WIB

Meriah dan Penuh Hikmat, Pemkab Humbahas Rayakan Paskah 2026 Bersama Masyarakat

Senin, 6 April 2026 - 16:47 WIB

GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) se-Resort Lintongnihuta Semarakkan Paskah II di Simpang Kawat

Minggu, 5 April 2026 - 09:07 WIB

Ponpes Tahfizh Darut Taufik Ar-Rahman Gelar Halal Bihalal, Dihadiri Sejumlah Artis Tanah Air

Berita Terbaru