* Upacara Ngaben *

- Redaktur

Senin, 29 November 2021 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI | Sangkakala.tv –
Mimbar Agama Hindu :

Ngaben adalah upacara pembakaran jenazah di Bali yang dipercaya oleh masyarakat Hindu Bali sebagai ritual untuk menyempurnakan jenazah kembali ke Sang Pencipta.

Upacara Ngaben terbagi menjadi tiga jenis yaitu: Ngaben sawa Wedana, Ngaben Asti Wedana, dan Swasta.

Namun hal ini di lakukan secara bertahap ;
– Tahapan awal adalah,
Ngaben Sawa Wedana adalah upacara Ngaben yang melibatkan jenazah yang masih utuh, tanpa dikubur lebih dulu. Upacara ini biasanya dilakukan dalam kurun waktu 3 sampai 7 hari terhitung dari hari meninggalnya orang tersebut.

Tahap kedua ;
Asti Wedana adalah upacara Ngaben yang melibatkan kerangka jenazah yang pernah dikubur.
Upacara ini juga diikuti dengan upacara Ngagah, yaitu upacara menggali kembali kuburan dari orang yang bersangkutan untuk kemudian mengupacarai tulang belulang yang tersisa.

– Namun berbeda dengan Ngaben Swasta adalah upacara ngaben tanpa memperlibatkan jenazah maupun kerangka mayat, hal ini biasanya dilakukan karena beberapa hal, seperti : meninggal di luar negeri atau tempat jauh, jenazah tidak ditemukan.

Pemangku Nyoman Urip, adalah Pemangku di Pure Pura Agung Tirta Bhuana Kalimalang Bekasi barat.

Saat di ditemui awak media Sangkakala Tv di kediaman nya Perumahan Pondok Ungu Permai pada Senin 29/11/2021, menjelaskan ; bahwa Upacara Ngaben juga dikenal sebagai Pitra Yadyna, Pelebon, atau Upacara Kremasi.

Sementara Ngaben dilakukan untuk melepaskan jiwa orang yang sudah meninggal dunia agar dapat memasuki alam atas di mana ia dapat menunggu untuk dilahirkan kembali atau reinkarnasi, sampai ke upacara pembakaran di mana umat Hindu terbayar semua dengan Api
Karena api adalah pelebur dosa dan perbuatan orang yang meninggal tersebut, “tutur Nyoman Urip.

Lebih lanjut Nyoman Urip menambahkan Ngaben itu bekal,
Namun banyak juga yang mengatakan Ngaben berasal dari kata NGABU yang berarti menjadi ABU.

Jadi menurut keyakinan umat Hindu di Bali, manusia terdiri dari Badan Kasar, Badan Halus, dan Karma.

Badan kasar manusia dibentuk dari 5 unsur yang disebut Panca Maha Bhuta yaitu pertiwi (zat padat), apah (zat cair), teja (zat panas), bayu (angin), dan akasa (ruang hampa).

Jadi tujuan ngaben agar kembali kepada sang pencipta semua di kembalikan padaNya. (Wiro)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Humbahas Hadiri Penerimaan Sakramen Krisma dan Pelantikan Pengurus Gereja se-Paroki St. Lusia Parlilitan
Perayaan Paskah Oikumene Tapteng, Bupati: Kita Harus Bangkit dan Menjadi Pejuang Pemulihan
Meriah dan Penuh Hikmat, Pemkab Humbahas Rayakan Paskah 2026 Bersama Masyarakat
GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) se-Resort Lintongnihuta Semarakkan Paskah II di Simpang Kawat
Ponpes Tahfizh Darut Taufik Ar-Rahman Gelar Halal Bihalal, Dihadiri Sejumlah Artis Tanah Air
PWI Kota Bogor dan Perumda Tirta Pakuan Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi serta Kenalkan Direksi Baru
Kapolsek Balaesang Iptu Ramto L : Warga Jawa Perantau dan Lokal Nikmati Rasa Syukur Lebaran Ketupat di Pantai Sibayu
Khutbah Jumat: Usai Ramadan, Umat Diingatkan Jangan Hanya Rajin Ibadah Saat Bulan Suci
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 19:15 WIB

Bupati Humbahas Hadiri Penerimaan Sakramen Krisma dan Pelantikan Pengurus Gereja se-Paroki St. Lusia Parlilitan

Jumat, 24 April 2026 - 23:06 WIB

Perayaan Paskah Oikumene Tapteng, Bupati: Kita Harus Bangkit dan Menjadi Pejuang Pemulihan

Rabu, 15 April 2026 - 15:15 WIB

Meriah dan Penuh Hikmat, Pemkab Humbahas Rayakan Paskah 2026 Bersama Masyarakat

Senin, 6 April 2026 - 16:47 WIB

GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) se-Resort Lintongnihuta Semarakkan Paskah II di Simpang Kawat

Minggu, 5 April 2026 - 09:07 WIB

Ponpes Tahfizh Darut Taufik Ar-Rahman Gelar Halal Bihalal, Dihadiri Sejumlah Artis Tanah Air

Berita Terbaru