BANTEN | Sangkakala.tv –
Mimbar Agama Islam :
Betapa banyak manusia saat hidup di dunia telah berlelah-lelah dalam beribadah, namun pada akhirnya di hari Kiamat mereka tidak mendapatkan pahala dari ibadah itu akibat kekafiran dan kesesatan mereka, lalu mereka pun dimasukkan ke dalam siksa api Neraka.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ
_Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,_
عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ
_bekerja keras lagi kepayahan,_
تَصْلَىٰ نَارًا حَامِيَةً
_memasuki api yang sangat panas (neraka),_
(QS. 88 : 2-4)
Dan termasuk di antara mereka adalah :
1. ORANG YANG TELAH KAFIR
*”Katakanlah (Muhammad) : “Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya ?” (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya*
*Mereka itu adalah orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan tidak percaya terhadap pertemuan dengan-Nya. Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat”* (QS. Al-Kahfi [18]: 103-105)
2. ORANG YANG IBADAHNYA RIYA’
*Rasulullah ﷺ menjelaskan tentang orang yg mati syahid, yang mempelajari ilmu dan yang mengajarkan ilmu, pembaca al-Qur’an serta orang yang berinfaq yang ternyata niatnya adalah riya,’ maka Malaikat diperintah untuk menyeret wajah mereka lalu dilemparkan ke dalam Neraka* (HR. Muslim no. 1905, hadits dari Abu Hurairah)
3. ORANG YANG BERBUAT ZHALIM
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :
*”Sesungguhnya orang yang telah bangkrut dari umatku adalah orang yg nantinya akan datang pada hari Kiamat dengan membawa pahala ibadah shalat, puasa serta zakat. Dan nanti dia juga datang dengan dosa mencela, menuduh serta memakan harta orang lain, menumpahkan darah serta memukul orang.*
*Maka kebaikan-kebaikan dari amalan shalih tersebut diberikannya kepada orang yang dulu pernah dizhaliminya*
*Jika kebaikannya telah habis maka dosa orang yang pernah dizhalimi ditimpakan kepadanya hingga ia dilemparkan ke Neraka*” (HR. Muslim no. 2581, hadits dari Abu Hurairah)
(Majid)








