KAB. BEKASI | Sangkakala.tv –
Puluhan massa yang mengatas namakan Paguyuban Jatireja Bersatu (PJB), tumpah ke jalan di Kawasan Industri Jababeka.
Massa yang mengatas namakan PJB tersebut adalah gabungan dari penduduk setempat yang dipimpin H. Smir Ino Sutrisno.
Pihaknya menuntut tentang pengelolaan limbah sisa produksi dan tenaga kerjaan di PT. NT Indonesia yg beralamat di Jln Jababeka VI Rt 03 /06 Desa Jatireja Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Selasa 20/12/2021.
H Smir Ino Sutrisno bersama massa dalam orasinya sudah lama kita hanya jadi penonton, kita pribumi tidak di libatkan. Pengelolaan limbah hanya orang luar dan pribuminya hanya jadi penonton, ” ujar Smir saat berorasi.
Mendengar puluhan massa Paguyuban Jatireja Bersatu aksi demo, Babinsa Serda Margono Koramil 08 Lemahabang bersama pihak kepolisian sektor Cikarang Timur dan Security Jababeka turun langsung ke lokasi guna menciptakan ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat.
Dalam jumpa bersama awak media Serda Margono sebagai bintara pembina Desa Jatireja Koramil 08 Lemahabang menyampaikan, bahwa
sampai saat ini massa masih berorasi belum ada perwakilan untuk di tunjuk berkordinasi.
Sementara menunggu perwakilan untuk mewakili massa berkordinasi dengan management, massa tetap berlangsung Orasi, “ujar Margono kepada awak media.

Dengan Pengeras Suara dan membawa spanduk bersama mobil komandonya orasi masih berlangsung dan penjagaan tetap di siagakan bersama Polsek Cikarang Timur.
Pasalnya masa yang berasal sebagai pribumi berjanji akan membawa masa lebih banyak lagi apabila tuntutannya tidak mendapatkan jawaban pihak management PT.NT tersebut.
Sementara situasi masih berlangsung aksi orasi, hingga berita ini di tayang Serda Margono masih mengawasi pengamanan tersebut dan masih menunggu mediasi yang dilakukan untuk menjawab tuntunan mereka.
Saya berterimakasih kepada masyarakat Desa Jatireja bisa menahan diri, saya berharap kedepan kesadaran warga membantu kondusifitas lingkungan kita, ”terang Margono.
Di tempat terpisah Danramil Kapten Arh Romli Galingging juga berharap kejadian ini kata Danramil, bisa di selesaikan kedua pihak, sehingga tidak terjadi lagi ada demo dan dapat di selesaikan dengan musyawarah, “imbuhnya Danramil.
Kegiatan musyawarah tersebut menghasilkan kesepakatan bersama dalam menjaga kondusifitas di wilayah, ” pungkasnya. (Wr)








