JAKARTA | SANGKAKALA 7 –
Mimbar Agama Buddha :
✍️Ada dua orang pelancong asal Swiss yg melakukan pendakian di sebuah gunung.
Pelancong pertama, saat pulang mereka terpaksa menumpang sebuah mobil rombeng, jalannya tersendat sendat karena mesin tuanya.
Sepanjang jalan, pelancong pertama sibuk mencemaskan kondisi mobil.
Ia terbekap rasa khawatir kalau mobil itu mogok di tengah jalan.
Ia kuatir kalau bensinnya habis & tidak ada pom bensin di sana.
Sementara pelancong kedua tampak santai-santai saja dan begitu menikmati indahnya pemandangan bukit-bukit di negeri itu. Bukit-bukit yg pucuknya dihiasi salju putih. Beberapa kali ia mengabadikan keindahan itu dgn kameranya.
Setelah satu jam berlalu, akhirnya mobil uzur itu pun tiba di kota yg dituju.
Pelancong pertama bertanya ;
“Kok kamu sempat-sempatnya ambil gambar pemandangan itu ?
Apa kamu tidak cemas ?”
Jawab Pelancong kedua ;
“Apa yg perlu dicemaskan.
Seandainya ada masalah, pasti ada jalan keluarnya.
Aku suka dgn perjalanan tadi,” kata pelancong kedua.
Kisah di atas menolong kita untuk memahami bagaimana seringkali kekuatiran membuat kita kehilangan banyak hal yang berharga.
Lebih buruknya lagi, seringkali kekhawatiran itu tidak terbukti separah yg kita khawatirkan atau malah tidak terbukti sama sekali.
Banyak orang hidup dalam kekhawatiran & cemas mengenai apa yg belum terjadi.
Orang sering takut & tidak tahu apa yg ia takuti. Akhirnya, orang yg seperti ini tidak akan menikmati kehidupan.
Kebahagiaan hidup hanya menjadi milik orang-orang yg mampu menikmatinya dengan penuh syukur.
JAM KEHIDUPAN hanya sekali berputar.
Ada menit yg harus di lalui dengan MANIS, ada pula menit yang harus di lalui dengan PAHIT.
JALANILAH SETIAP DETIK DENGAN PENUH KESADARAN, AGAR KITA MENJADI LEBIH BIJAKSANA DALAM MENJALANI SETIAP KEHIDUPAN INI.
Semoga Semua Makhluk Berbahagia.
SALAM ROMO ASUN GOTAMA.
WASEKJEND DPP WALUBI.
(Redaksi)








