JAKARTA || SANGKAKALA 7 –
Mimbar Agama Buddha :
Waktu adalah jalan menuju pada Tujuan Hidup.
Bila kita mampu menahan waktu, maka jangan berharap ada akhir atas tujuan.
Sayangnya waktu bukanlah manusia ” penentunya”, tak ada satu manusiapun yg sanggup menghentikan alurnya, sehingga akan selalu mengalir, tanpa bisa berbalik apalagi mengulang.
Manusia hanya di beri kesempatan *_”memanfaatkan”_* waktu meniti alur menuju tujuan hidup akhirnya, maka itu pergunakan waktu sepanjang hari di kehidupan ini dengan sebaik-baik-baiknya.
Tak perlu terlalu melihat ke belakang, Tak perlu terlalu mendengar ke samping, fokuslah ke depan pada makna hidup untuk menjalani Kebenaran dgn Perbuatan Kebaikan, menebus kesalahan masa lalu sebagai bekal nanti.
Semua di dunia tidaklah abadi,
akan berlalu pada masanya.
Untuk itulah lepaskan segala yang memang harus kita lepaskan dari pikiran & hati.
“MANUSIA SAMA SEPERTI ANGIN, HARI-HARINYA SEPERTI LAYANG-LAYANG YANG TERBANG DI ANGKASA.”
Waktu adalah ilusi, maka janganlah mempersoalkan waktu. Teruslah Berbuat & Bertindak Baik tanpa mengenal waktu karena hidup kita terus berpacu dengan waktu.
*_”HIDUP MANUSIA BUKAN DIUKUR DARI BERAPA LAMA DIA HIDUP, TAPI DARI BAGAIMANA DIA HIDUP.”_*
Alam memberi kita 86.400 detik setiap hari,
✅Sudahkah kita gunakan salah satunya untuk berterima kasih ?
✅Sudahkah kita gunakan salah satunya untuk tersenyum ?
✅Sudahkah kita gunakan salah satunya untuk memaafkan ?
✅Sudahkah kita gunakan salah satunya untuk menolong sesama ?
SETIAP DETIK ITU BERHARGA,
JADI JANGAN SIA-SIAKAN ! ! !
Semoga Semua Makhluk Berbahagia.
SALAM ROMO ASUN GOTAMA.
WASEKJEND DPP WALUBI.
(Redaksi)








