JAKARTA || Sangkakala7.tv –
Mimbar Agama Buddha :
Suatu hari, seorg tukang kayu yg buta huruf menerima sepucuk surat, karena buta huruf, maka ia tergesa-gesa menuju ketukang batu kenalannya, yg punya watak keras utk minta tolong membacakan surat tsb.
“ Ini surat dari putramu”, seru situkang batu, begini bunyinya : “Ayah aku sakit & tidak punya uang sesenpun, tolong kirimkan aku sejumlah uang sesegera mungkin, putramu”.
Isi surat dibacakan dengan keras dan kasar oleh situkang batu.
Tukang kayu menjadi marah, ia berkata : “dasar anak tak tahu diri ! , memangnya dia siapa memerintah aku Ayahnya, jangan kira aku akan mengirimi dia sesenpun”.
Dalam kemarahannya, ia kembali kerumah, tapi diperjalanan ia bertemu sahabatnya, seorang penjahit yang bersuara lembut.
Ia pun bercerita tentang surat yg tadi : “coba kau lihat sendiri surat putraku ini”, Penjahit itu lalu membaca surat itu dengan suaranya yg lembut, tenang dan jelas.
Tiba-tiba surat itu berbunyi sangat lain, si Tukang kayu itupun menjadi sedih : “oooh anakku malang ! ” katanya dengan cemas. “Ia pasti sangat menderita, lebih baik aku segera mengirim uang sekarang juga”.
Memang benar Sahabat !
Pesan sangat tergantung pada cara kita menyampaikannya, bila kita renungkan, konflik yg sering terjadi antara pasangan, sahabat, rekan kerja, sering bukan karena ada masalah besar dan rumit yang tidak bisa dipecahkan.
Namun karena kita tidak dapat mengatur cara kita menyampaikannya, terutama saat kita tidak setuju, sampaikanlah dg sikap lebih sabar, ramah, lembut, maka yang mendengarnya akan mudah menerima dan tidak akan terjadi pertentangan.
_Marilah Sahabat, kita belajar utk bersikap lebih baik lagi dlm membungkus isi yg ingin kita sampaikan, agar diperoleh hasil/solusi yang lebih baik._
Semoga Semua Makhluk Berbahagia.
SALAM ROMO ASUN GOTAMA.
WASEKJEND DPP WALUBI.
(Redaksi)








