Pendapat Eks Napiter Poso, Mengenai Simpatisan dan DPO Teroris Poso.

- Redaktur

Sabtu, 26 Februari 2022 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poso-Sulteng || Sangkakala7.tv –
Eks Narapidana teroris (Napiter) ini hari-harinya diisi dengan mengurus usaha peternakan ayam petelur di desa Tabalu Kecamatan Poso Pesisir Kabuten Poso, Sulawesi Tengah.

Dia pernah merasakan pahitnya kehidupan dengan mendekam dan merasakan dinginnya dibalik jeruji besi selama lima tahun, pengalamannya dibagikan kepada awak media yang menemuinya di kandang ayamnya di Poso.

Rafly alias Furqon yang pernah terlibat tindak pidana terorisme di Poso, kini menjalani kehidupannya dengan lebih banyak bersyukur dan bahagia bersama keluarga kecilnya.

Kehidupan dipenjara mempertemukannya dengan sesosok orang tua yang mempunyai nasib yang sama. Dia adalah alumni Afganistan dan pernah terlibat kasus terorisme yaitu kasus bom Atrium, bom Kedubes Philipina dan kasus bom natal tahun 2000.

Rafly mengungkapkan“awal terbentuk dirinya untuk berubah saat dalam penjara dan waktu itu ada orang tua juga, dia alumni Afganistan,”

“jadi awalnya itu mulai berfikir positif itu dari saran-saran beliau atau saya panggil pak Abas, nama aslinya Edi Setiono,” tambahnya.

“Beliau pernah terlibat kasus bom Atrium, bom di Kedubes Philipina dan kasus Bom Natal tahun 2000, saran beliu itu membuat saya bisa berubah, ” jelasnya.

“Alhamdulillah dari situlah saya berniat untuk berfikir positif dan kembali dengan keluarga untuk menafkahi anak dan istri,”ujar eks Napiter Poso ini.

Dengan adanya upaya Satgas Ops Madago Raya melakukan pendekatan secara persuasif atau lebih mengedepankan tindakan“soft approach” terhadap simpatisan, keluarga dan sisa 3 DPO teroris Poso, Rafly alias Furqon berpendapat ;

“Itu berbicara masalah idiologi bukan berbicara masalah yang lain-lain tapi berbicara pemahaman, kalau dia pemahamanya sudah berubah kaya saya tidak perlu di ajak dia sendiri yang cari, ” ujarnya.

Memang diperlukan kesabaran dan tindakan nyata dari Pemerintah yang dapat meyakinkan serta merubah idiologi atau pemahaman mereka.

Sehingga dengan kesadarannya sendiri mereka akan menyerahkan diri, kembali ke NKRI dan siap mempertanggung jawabkan semua perbuatannya dihadapan hukum seperti saya, pungkasnya.

Peternakan kandang ayam yang berada di desa Tabalu ini dikelola oleh lima eks napiter Poso antara lain Rafly alias Furqon, Andang alias Ramadan, Daeng pasau, Arifuddin Lako dan Supriadi alias Upik yang merupakan bantuan dari pemerintah dan saat ini sudah mencapai 5.000 ekor.

(Hard)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kapolsek Sirenja Iptu Ahmat Coridji, Melaksanakan Sosialisasi Penanggulangan Bullying Anak di SDN 10 Sirenja
Respons Cepat Call Center 110, Polisi Selamatkan Warga dari Aksi Berbahaya di Jembatan Batanghari
Satlantas Polres Touna Perkuat Strong Point Pagi, Jaga Kelancaran Arus Lalu Lintas
Polda Sumut Gelar Zoom Meeting Penanggulangan Terorisme, Radikalisme dan Intoleransi
Polres Humbahas Tingkatkan Pengamanan Pasca Kericuhan di Desa Matiti II
Kapolres Tebo Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Kapolsek Muara Tabir, Pastikan Pelayanan Kepolisian Berjalan Optimal
Jaga Situasi Tetap Kondusif, Kapolres Humbahas Beri Atensi Saat Pimpin Apel Pagi
Kapolres Humbahas Tekankan Pengawasan Ketat dalam Pengelolaan SPPG
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 05:40 WIB

Kapolsek Sirenja Iptu Ahmat Coridji, Melaksanakan Sosialisasi Penanggulangan Bullying Anak di SDN 10 Sirenja

Selasa, 22 September 2026 - 17:47 WIB

Respons Cepat Call Center 110, Polisi Selamatkan Warga dari Aksi Berbahaya di Jembatan Batanghari

Senin, 21 September 2026 - 23:52 WIB

Satlantas Polres Touna Perkuat Strong Point Pagi, Jaga Kelancaran Arus Lalu Lintas

Rabu, 16 September 2026 - 19:38 WIB

Polda Sumut Gelar Zoom Meeting Penanggulangan Terorisme, Radikalisme dan Intoleransi

Senin, 14 September 2026 - 22:40 WIB

Polres Humbahas Tingkatkan Pengamanan Pasca Kericuhan di Desa Matiti II

Berita Terbaru