Palu, Sulteng || Sangkakala7.tv
Bupati Donggala Dr.Drs. KRAH Kasman Lassa, SH.MH, Membuka secara Resmi Pelatihan Pengelolah Sampah untuk kelompok masyarakat, dengan Motto : ” Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Bidang Lingkungan Hidup untuk Lembaga Kemasyarakatan ” di Jazz Hotel Palu, Senin, 31 Juli 2023.
Dalam sambutan Bupati Donggala Dr, Drs KRAH Kasman Lassa, SH., MH mengatakan, Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah usaha sadar untuk memelihara dan melestarikan serta memperbaiki kewalitas lingkungan hidup agar dapat memenuhi kebutuhan manusia sebaik baiknya.
Dengan tujuan untuk mencapai lestarikan hubungan antara manusia dengan lingkungan, contoh faktor alam dan faktor manusia.
Faktor alam mengikuti bencana alam yakni gempa bumi, banjir, gunung meletus dan sebagainya,
Faktor manusia meliputi penebangan hutan secara liar termasuk membuang sampah sembarangan.
Lanjut Bupati, mengacu pada Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008, tentang pengelolaan sampah, untuk mengatasi masalah persampahan dibutuhkan program pengelolaan yang komprehensip dan terpadu serta memberikan manfaat buat masyarakat dan aman bagi lingkungan sehingga sampah tidak hanya menjadi di Tempat Pembrosesan Akhir ( TPA) tapi menjadi sesuatu barang yang memiliki nilai guna dan nilai jual, kata Bupati.
Kemudian didalam dokumen Jakstrada pemerintah Kabupaten Donggala telah mencanangkan target pengurang sampah sebesar 30 persen dan peningkatan penanganan sampah sebesar 70 persen di Tahun 2025.

Hal tersebut tentunya menjadi tantangan, berdasarkan data BPS pada Tahun 2022 jumlah Penduduk Kabupaten Donggala mencapai 305,890 jiwa, dengan pertumbuhan penduduk rata-rata dua persen yang tentunya juga akan berdampak terhadap meningkatnya tumbuhan setiap tahun oleh karena itu, kepada perangkat daerah dan seluruh masyarakat dalam wilayah Kabupaten Donggala, agar dapat memperhatikan hal sebagai berikut.
1. mendukung pelaksanaan dan sosialisasi secara masif pencitraan Bupati Donggala No 77 tahun 2017. tentang kebijakan dan strategi daerah dalam pembangunan
sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga.
2. Memberi contoh kepada masyarakat dalam hal pengelolah sampah dari sumbernya yaitu dari rumah tangga dengan Konsep 3 R (REDICE, REVSE, RECICLE).
3. Tidak menyediakan / menyajikan makanan dan minuman dengan kemasan STYROFOAM.
4. Mengurangi makanan dan minuman dengan kemasan plastik, dalam rapat koordinasi, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan kegiatan sejenisnya.
5. Tanamkan dan sosialisasikan motto, kita jaga alam sebaik baiknya agar selalu diingat oleh masyarakat.
6. Tanamkan dan sosialisasikan ” Isemapa Maipiapa “, Kalau Bukan Kita Siapa Lagi, Kalau Bukan Sekarang Kapan Lagi, kata Bupati Donggala Dr.Drs.KRAH Kasman Lassa.SH. MH.
Bupati berharap kepada peserta pelatihan pengololaan sampah, dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian kita semua terhadap pengelolaan sampah, sehingga dapat menjadi nilai tambah dalam berkontribusi pada terwujudnya lingkungan yang bersih dan sehat, harap Bupati Donggala.
Dihari yang sama, Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Donggala Dra. Aritatriana, M.Si usai acara Pembukaan Pelatihan Pengelolah Sampah kepada Wartawan menjelaskan, adapun peserta pelatihan pengelolahan sampah khususnya di Kota Donggala, Kecamatan Banawa di 9 Kelurahan, Pencinta Alam, Kelompok Manggroh yang ada di kelurahan itu, sudah otomatis dan keuntungan mereka adalah salah satu nilai plus (tambah) nya ada salah satu pencinta Lingkungan dan Peduli Dengan Lingkung, kata Dra, Aritatriana.
Kemudian, saya melakukan edukasi kepada masyarakat supaya paham bahwa sampah itu organik, intinya menyadarkan masyarakat untuk mengenal sampah lebih dekat, sampah itu bukan harus di jauhkan, tapi sampah itu bagian dari mereka.

Dikatakan Kadis Lingkungan Hidup Donggala Dra. Aritatriana, M.Si, yang tadinya 17 Ton bisa jadi seperempat dari nilai itu hanya bisa masuk ke TPA, itu harapan kami.
Tetapi merubah prilaku itu yang tidak semudah membalikan telapak tangan, tapi berusaha otomatis Edukasi Sosialisasi pemberitahuan tidak putus-putusnya mengimformasikan kepada masyarakat, memberikan edukasi itu akan merubah apa yang sebenarnya dan bagaimana sampah ini bisa di kelola dengan baik, harap Dra. Aritatriana, M.Si.
Bahkan kita juga ada kerja sama nantinya dan saya sudah berkomunikasi dengan ibu dr. Ellen Mentang yang juga DPW IPI (Ikatan Pemulung Indonesia) Sulteng, kata Dra. Tirtatriana, M.Si.
Olehnya itu, pemulung sampah di Kota Donggala masih kecil sekitar kurang lebih 10 orang, itupun hanya ada di TPA, jadi tidak ada dibawah dan tidak ada di masyarakat namun ada dilingkungan TPA, tapi mereka pemulung sampah saja, ujar Kadis Lingkungan Hidup Donggala.
Memang sudah ada Bank Sampah sejak kadis Lingkungan Hidup Donggala Ibrahim Drakkel terdahulu, insyaAllah Bank Sampah kita akan kembangkan lagi, tutur Dra. Aritatriana, M.S.i.
Acara pembukaan Pelatihan Pengelolah sampah di hadiri langsung Bupati Donggala Dr. Drs. KRAH Kasman Lassa,SH.MH, Kadis Lingkungan Hidup Donggala Dra. Aritatriana, M.Si, Kadis Perikanan dan Kelautan Donggala Ali Assegaf. Kabid, Kasi dan seluruh panitia Kegiatan Dinas Lingkungan Hidup Donggala.
(Fitri)







