Mengungkap Fakta Produk Gerabah/Guci, Hasil Karya Kerajinan Warga Kelurahan Batangmata Selayar.

- Redaktur

Jumat, 16 Juli 2021 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SELAYAR | Sangkakala TV –
Batangmata merupakan salah satu nama dari tujuh wilayah Kelurahan yang terdapat di daratan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan.

Wilayah ini dikenal dengan keberagaman tradisi, adat-istiadat, serta kearifan lokal budayanya yang unik dan menarik untuk disusuri.

Dahulu Batangmata juga disebut-sebut sebagai salah satu jalur perdagangan berbagai jenis komoditi dan hasil bumi serta kawasan pengrajin industri gerabah dan atau tembikar ternama asal daratan Pulau Selayar.
Hal tersebut terungkap dari klaim sejumlah pihak yang menyebut Batangmata sebagai salah satu lokasi sentra kerajinan gerabah dan atau tembikar.

Klaim didasarkan pada temuan berbagai bentuk serta jenis gerabah berbahan baku tanah liat yang dalam dialek Bahasa Selayar, lebih ladzim disebut dengan istilah guci dan atau gumbang tanah.

Sebaran keberadaan tembikar dan atau guci dengan berbagai bentuk dan ukuran, ditemukan dari hasil penelusuran lapangan, yang dilakukan awak media di sejumlah titik lokasi pemukiman warga di Kelurahan Batangmata, Kecamatan Bontomatene.

Namun sayang, karena dari hasil penelusuran lapangan yang dilakukan awak media, tidak ditemukan penguatan fakta lain, yang bisa membuktikan secara nyata tentang eksistensi wilayah Kelurahan Batangmata sebagai daerah pengrajin gerabah dan atau guci.

Tanda tanya tentang apa dan bagaimana relevansi serta hubungan emosional antara Batangmata dengan sebaran tembikar dan atau guci yang banyak ditemukan di sekitar area pemukiman warga.

Beragam bentuk spekulasi mengenai asal usul tembikar yang banyak ditemukan di wilayah administratif Kecamatan Bontomatene itu.

Ada yang menyebut tembikar berasal dari daerah Kolo-Kolo yang merupakan pusat sentra kerajinan gerabah dan dapur tanah. Namun tak sedikit pula yang menyebut bahwa tembikar dibawa dari luar Kabupaten Selayar. (Andi Fadly Dg. Biritta)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Manajemen Botani Square–Hotel Santika Pastikan Limbah Dikelola Sesuai Standard ‎
Pembangunan RS Khusus Jantung dan Kanker di Simpang Yasmin Bogor Terus Dikebut, Ditargetkan Rampung 2027
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim Saksikan Studi Analisis Sampah di Situ Gede
Dari Gulma Jadi Rupiah: Eceng Gondok Disulap Jadi Produk Kreatif Jelang Triathlon Humbahas 2026
Kabupaten Bogor Pelopori Pembangkit Listrik Berbasis Sampah, Tanda Era Baru Pengelolaan Lingkungan
Warisan Listrik Zaman Belanda, PLTA Karacak Leuwiliang Masih Beroperasi Hingga Kini
Bayar Tol Kini Tanpa Buka Kaca, Teknologi RFID Flo Mulai Diterapkan di Jabodetabek
Mengangkat Warisan Friedrich Silaban Dalam Konteks Transformasi Digital
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:30 WIB

Manajemen Botani Square–Hotel Santika Pastikan Limbah Dikelola Sesuai Standard ‎

Rabu, 29 April 2026 - 19:49 WIB

Pembangunan RS Khusus Jantung dan Kanker di Simpang Yasmin Bogor Terus Dikebut, Ditargetkan Rampung 2027

Sabtu, 25 April 2026 - 10:14 WIB

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim Saksikan Studi Analisis Sampah di Situ Gede

Kamis, 23 April 2026 - 08:01 WIB

Dari Gulma Jadi Rupiah: Eceng Gondok Disulap Jadi Produk Kreatif Jelang Triathlon Humbahas 2026

Rabu, 22 April 2026 - 21:30 WIB

Kabupaten Bogor Pelopori Pembangkit Listrik Berbasis Sampah, Tanda Era Baru Pengelolaan Lingkungan

Berita Terbaru