Ramlah, Pasien Lumpuh Asal Desa Bontonyeleng, Bulukumba, Meninggal Dunia

- Redaktur

Kamis, 11 Januari 2024 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bulukumba, Sulsel || Sangkakala7.tv
Pasien lumpuh, Ramlah (20 tahun) asal Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Rabu, (10/01) petang, dikabarkan menghembuskan nafas terakhir dalam perawatan rumah sakit.

Ramlah sempat dirujuk untuk menjalani proses fisioteraphy di Rumah Sakit Pusat (RSP) DR. Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Wakil Ketua Komisi Informasi Kabupaten Bulukumba, Andhika Mappassomba menuturkan, almarhumah, Ramlah, dikabarkan meninggal dunia, pada sekira pukul 19.00 Wita.

Ramlah pergi meninggalkan dua orang kakak laki laki masing masing atas nama Lampe (40 tahun) dan Ari (30 tahun). Selain itu, almarhumah juga meninggalkan dua orang kakak wanita atas nama Yada, dan Diani, serta satu orang adik perempuan atas nama Mila (18 tahun) yang masih dalam masa perawatan intensif Rumah Sakit Pusat (RSP) DR. Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Kepala Desa Bontonyeleng, Andi Mauragawali yang dikonfirmasi wartawan, Rabu, (10/01) malam, menguraikan, jenazah almarhumah akan diberangkatkan dan dipulangkan ke Bulukumba, hari, Rabu malam ini.

Jenazah akan dipulangkan bersama dengan adik perempuannya, Mila (18 tahun) yang enggan tinggal di rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Mila menolak untuk tinggal seorang diri menjalani perawatan di rumah sakit dan tidak mau terpisah dari almarhumah kakaknya, jelas pria yang akrab disapa Opu itu.

Andi Mauragawali menjelaskan, penanganan dan perawatan lanjutan Mila, rencananya akan ditangani jajaran Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba.

Jenazah almarhumah Ramlah sendiri kata Mauragawali, rencananya akan dikebumikan di samping makam mendiang ibundanya yang berlokasi di belakang rumah almarhumah di Dusun Seka, Desa Bontonyeleng.

Secara khusus ia menandaskan, persiapan dan prosesi pemakaman jenazah akan ditalangi aparat pemerintah desa.

“Kami sementara akan menuju rumah duka untuk mempersiapkan segala sesuatunya, sembari menantikan kedatangan ambulance yang mengantar pulang jenazah”, pungkas Mauragawali.

(Fadly Syarif)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Budayakan Malu, Stop Buang Air Besar Sembarangan
Perkuat Pelayanan Kesehatan, Pemkab Humbahas Jalin Kerja Sama dengan RS Columbia Asia Medan
Kapus Kayuwou Sindue Tobata Efendi, SKM : Kecamatan Sindue Tobata Stunting Terendah ke-2 di Tingkat Kabupaten Donggala
SPPG Baranangsiang Polresta Bogor II Resmi Dibuka, Kadin Pastikan Standar Higiene dan Keamanan Terpenuhi
Forum Akademisi IPB University Dukung Program MBG, Tegaskan Tata Kelola Harus Tepat Sasaran
Pemkab Humbahas Dorong Implementasi GERMAS Lewat Advokasi Kesehatan
Polisi Sehat, Pelayanan Meningkat: Polres Humbahas Gelar Pemeriksaan Kesehatan Berkala
YKI Kota Bogor Bahas Rencana Gala Dinner & Charity Concert
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:32 WIB

Budayakan Malu, Stop Buang Air Besar Sembarangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:13 WIB

Perkuat Pelayanan Kesehatan, Pemkab Humbahas Jalin Kerja Sama dengan RS Columbia Asia Medan

Selasa, 12 Mei 2026 - 00:28 WIB

Kapus Kayuwou Sindue Tobata Efendi, SKM : Kecamatan Sindue Tobata Stunting Terendah ke-2 di Tingkat Kabupaten Donggala

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:14 WIB

SPPG Baranangsiang Polresta Bogor II Resmi Dibuka, Kadin Pastikan Standar Higiene dan Keamanan Terpenuhi

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:12 WIB

Forum Akademisi IPB University Dukung Program MBG, Tegaskan Tata Kelola Harus Tepat Sasaran

Berita Terbaru