Ket foto : Awak media yang bertugas di Sibolga-Tapteng saat mendatangi kantor BTPN KCP Sibolga, Kamis (13/6/2024).(ist)
Medan, Sumut || Sangkakala7.tv
Sales Koordinator Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) KCP Sibolga (sebelumnya disebut Pimpinan BTPN KCP Sibolga), Irwansyah Harahap, meminta maaf kepada wartawan, terkait statemen berbau provokatif yang dilontarkannya terhadap awak media.
Dihadapan perwakilan wartawan yang mengkonfrontir di kantornya di Jalan Putri Runduk, Pasar Belakang, Kota Sibolga, Kamis (13/6/2024), Irwansyah mengaku khilaf saat melontarkan kalimat yang bernada menantang tersebut.
“Saya khilaf. Sebagai mahluk yang lemah mohon dimaafkan,” kata Irwansyah.
Kedepan, sambung Irwansyah, pihaknya akan menjalin sinergitas dengan awak media, termasuk mempromosikan produk-produk BTPN. Selain itu, Irwansyah juga berjanji akan meningkatkan pelayanan terhadap nasabah BTPN KCP Sibolga.
“Kami juga butuh awak media untuk mempromosikan produk-produk BTPN,” sebutnya
Usai menyalami awak media yang berada diruangannya, Irwansyah bergegas keluar menyambangi awak media lainnya yang menunggu di luar. Satu persatu Irwansyah menyalami para pemburu berita yang bertugas di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah itu.
Dzulfadli Tambunan, jurnalis senior yang turut mendatangi Kantor BTPN KCP Sibolga, menyambut baik permintaan maaf Irwansyah. Jurnalis senior yang akrab disapa ‘suhu’ itu menyebutkan, salah satu kelemahan manusia adalah suka berbuat salah. Saat orang lain berbuat salah, kita diajari untuk memaafkan. Saat kita berbuat salah kepada orang lain, kita diajari untuk meminta maaf.
“Bukan sekedar sebagai tanda ada rasa bersalah dan pengakuan atas seluruh kesalahan yang telah dibuat. Meminta maaf dan memaafkan juga menjadikan kita sebagai manusia yang penuh dengan kelapangan dan kerendahan hati,” ujarnya.
Tapi bagaimanapun, sambung Dzulfadli, memaafkan sebuah kesalahan tidak sama dengan melupakan masa lalu yang menyakitkan. Ia berharap, Sales Koordinator Bank BTPN Sibolga, dapat mengambil hikmah atas kejadian yang terjadi, yakni selalu menghargai setiap orang walau apapun profesinya.
“Profesi wartawan bukan ilegal, tapi diakui secara hukum dalam undang-undang. Jangan sekali-kali meremehkan wartawan,” tegasnya.
Sebagaimana diberitakan, Sales Koordinator BTPN KCP Sibolga, Irwansyah Harahap, mempertontonkan sikap arogan saat salah sorang nasabah yang didampingi 2 orang wartawati, komplain terkait sulitnya take over atau pemindahan kredit ke bank lain.
“Sudah saya bilang, yang sudah tiga bulan saja baru keluar semalam. Itu sistemnya, saya juga ngajukan keatas. Ini sudah 5 kali, 7 kali datang kesini. Ini pers bisa saja saya usir, mau 50 pers pun bapak bawa kesini nga takut saya. Saya sudah bilang bulan tujuh, bawa satu orang lagi tentara,” koar Irwansyah saat itu. (KB-069)
Redaktur : Priyatna







