Tindaklanjuti Keluhan Warga, Pemkot Malang Gercep Lakukan GASS

- Redaktur

Selasa, 23 Juli 2024 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA MALANG || Sangkakala 7
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) bergerak cepat melaksanakan kerja bakti yang merupakan program Gerakan Angkut Sampah Sedimen (GASS) di Jalan Dr. Wahidin Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Sabtu (20/7/2024).

Penjabat (Pj.) Walikota Malang Dr.Ir. Wahyu Hidayat, MM berdiskusi saat program Gerakan Angkut Sampah Sedimen (GASS) di Jalan Dr. Wahidin Kelurahan Rampal Celaket.
Penjabat (Pj) Walikota Malang Dr.Ir. Wahyu Hidayat, MM menyampaikan hal ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga Kelurahan Rampal Celaket yang disampaikan pada kegiatan Ngobrol Mbois Ilakes (Ngombe) Senam Tahes Mbois Jumat (STMJ) sehari sebelumnya yakni Jumat (19/7/2024).

Di momen Ngombe yang menjadi ajang menyerap aspirasi tersebut, warga menyampaikan isu banjir di wilayah RW 5 Kelurahan Rampal Celaket, yakni terkait pengumpulan hujan air yang sering terjadi saat musim penghujan serta sumur resapan yang tidak berfungsi optimal.

“Ini merupakan usulan dari warga pada saat kemarin kami melakukan dialog Ngombe STMJ, memang menyampaikan permasalahan banjir dan ini sangat berdampak karena aliran hanya beberapa tapi ngumpulnya di satu lokasi yaitu di Jalan Dr. Wahidin. Akhirnya DPUPRPKP segera melakukan GASS. Tidak hanya itu, kemarin juga ada laporan terkait dengan gril yang menghambat dan menimbulkan banyak kecelakaan karena terlalu tinggi, tadi juga sudah langsung kita selesaikan. Termasuk saat ini terkait pengumpulan untuk ditindaklanjuti,” urai Wahyu.

Pada kesempatan ini Wahyu turun langsung mengulas dan memimpin GASS yang turut melibatkan berbagai elemen. “Kita bahu membahu bersama masyarakat Rampal Celaket. Sebelumnya kita berkumpul diskusi dan kita lihat. Di lokasi ini sebetulnya adalah saluran irigrasi yang menjadi drainase. Saya lihat di situ juga ada jembatan peninggalan Belanda, namun kondisi lubangnya kecil, di mana dulu mungkin kondisi ini cukup untuk menampung udara namun seiring perkembangan saat ini tidak cukup lagi,” terang Wahyu.

Berdasarkan peninjauannya, Wahyu menyampaikan bahwa banyak sedimen yang menutup, sehingga langsung dilakukan normalisasi saluran secara menyeluruh dan menyeluruh. Kemudian penanganan secara tersistem dilakukan peningkatan konstruksi eksisting yaitu buis beton menjadi saluran beton dengan dimensi terukur menurut masterplan drainase pada DAD Bunulrejo sebagai outlet dari Jl.Cipto – Jl. Wahidin Dalam – Jl. Panglima Sudirman sampai depan Stasiun Kota Baru pintu timur.

“Hari ini kerja bakti kita angkat sedimennya, kita normalisasi dulu untuk mengurangi genangannya jika terjadi banjir. Sambil seperti yang saya sampaikan saat pertemuan dengan warga, bahwa terkait permasalahan banjir ini tidak bisa langsung selesai dengan satu titik, namun dampaknya dari beberapa titik sehingga harus menyeluruh. Lalu kita buka masterplan drainasenya,” ungkapnya.

Wahyu berharap melalui kerja bakti ini juga membangkitkan kesadaran dari masyarakat. Ia menyampaikan pesan kepada seluruh warga Kota Malnag untuk bersama-sama menjaga lingkungan yang dapat dimulai dari hal terkecil yakni dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Karena walaupun kita membangun drainase yang bagus namun kesadaran masyarakat juga kurang, maka tidak akan optimal, jadi harus sejalan. Kita harus gas pol, alhamdulillah dengan GASS bersama masyarakat sekitar dan semua elemen, kita bisa mengatasi permasalahan yang ada,” ujarnya.

Lebih lanjut Wahyu menyebutkan bahwa masterplan drainase yang dibuat telah disesuaikan dengan permasalahan dan ketersediaan serta kemampuan anggaran. “Maka kita atur sampai dengan tahun 2028 dan tahapannya sudah ada. Jadi pembangunan setiap tahunnya sudah jelas, berdasarkan skala prioritas serta ketersediaan anggaran. Insyallah tahun 2028 kita bebas banjir, dan ini akan kami kawal terus agar tercapai Malang bebas banjir,” tutupnya.

(BM)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati dan DPRD Humbahas Sepakati Arah Anggaran 2027 dan Perubahan APBD 2026
Di Balik Seragam Paskibraka, Ada Haru dan Kebanggaan Keluarga di Humbahas
Hari Pramuka ke-65, Bupati Humbahas Dorong Gerakan Pramuka Tak Sekadar Seremonial
Jajaran Forkopimcam Embaloh Hilir Menghadiri Penutupan TMMD Reguler di Kecamatan Embaloh Hulu
Jimri Anton S. Nababan A.Md.IP., S.H., M.H.Kini Jabat Kepala Lapas Klas II B Siborongborong, Berbekal Pengalaman di Pemasyarakatan
Pidato Kenegaraan Presiden Jadi Momentum Mengukur Arah Pembangunan Humbahas
Peringatan Hari Pramuka Digelar Meriah, Desa Sumber Sari dan Mekar Sari Bersatu dalam Semangat Kepramukaan
Ini Langkah Strategis Pemkab Tapteng Memperkuat Tata Kelola Informasi Publik
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Bupati dan DPRD Humbahas Sepakati Arah Anggaran 2027 dan Perubahan APBD 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:26 WIB

Di Balik Seragam Paskibraka, Ada Haru dan Kebanggaan Keluarga di Humbahas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Jajaran Forkopimcam Embaloh Hilir Menghadiri Penutupan TMMD Reguler di Kecamatan Embaloh Hulu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:56 WIB

Jimri Anton S. Nababan A.Md.IP., S.H., M.H.Kini Jabat Kepala Lapas Klas II B Siborongborong, Berbekal Pengalaman di Pemasyarakatan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Pidato Kenegaraan Presiden Jadi Momentum Mengukur Arah Pembangunan Humbahas

Berita Terbaru