Kota Bogor, Jabar || Sangkakala 7
Jembatan penyeberangan orang (JPO) Masjid Raya Bogor di salah satu ruas Jalan Raya Pajajaran Kota Bogor dilaporkan jarang digunakan oleh pejalan kaki. Kondisi lantai jembatan yang licin saat hujan serta pagar pembatas yang dinilai menyeramkan dan berpotensi membahayakan, membuat warga memilih menyeberang langsung di jalan raya, Selasa, 16/12/2025.
Sejumlah warga mengaku khawatir melintas di jembatan tersebut, pada siang maupun malam hari. Selain pencahayaan yang minim, pagar pembatas jembatan terlihat tinggi, menimbulkan rasa tidak aman bagi pengguna, khususnya perempuan dan lansia.
“Kalau hujan lantainya licin sekali, takut terpeleset. Pagarnya juga bikin tidak nyaman, jangankan usia yang masih muda apalagi yang sudah tua pasti takut,” ujar salah seorang pejalan kaki yang ditemui di lokasi.
Kondisi ini ironis mengingat jembatan penyeberangan dibangun untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki. Namun, karena minim perawatan dan desain yang tidak ramah pengguna, fasilitas tersebut justru ditinggalkan dan tidak berfungsi optimal.
Hingga kini, warga menilai Pemerintah Kota Bogor belum melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jembatan penyeberangan tersebut. Tidak adanya perbaikan atau penyesuaian desain membuat masalah ini terus berulang dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Salah satu warga Kota Bogor Asep (37) menyampaikan kepada wartawan Sangkakala 7 masih lebih bagus JPO depan Botani Square tangga naik dan turun sangat nyaman dan berfungsi dengan baik, banyak warga pengguna jalan mengeberang disana ujarnya.
Warga berharap pemerintah segera melakukan evaluasi, mulai dari perbaikan lantai agar tidak licin, pembenahan pagar pembatas, hingga peningkatan penerangan dan keamanan. Dengan begitu, jembatan penyeberangan dapat kembali digunakan sesuai fungsinya dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








