PKL Kembali Menjamur di Sempur dan Taman Ekspresi Awal 2026, Banner Larangan Malah Digulung

- Redaktur

Minggu, 4 Januari 2026 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, JABAR || Sangkakala 7
Baru memasuki awal tahun 2026, kawasan Lapangan Sempur dan Taman Ekspresi Kota Bogor kembali dipadati pedagang kaki lima (PKL). Fenomena ini memunculkan keprihatinan warga, mengingat area tersebut seharusnya steril dari aktivitas jual beli demi menjaga kenyamanan pejalan kaki serta kelancaran arus lalu lintas. Sabtu,03/01/2026.

Ironisnya, banner larangan berjualan yang sebelumnya dipasang oleh petugas justru terlihat dalam kondisi digulung dan disingkirkan. Diduga, tindakan tersebut dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab yang sengaja membuka kembali ruang berjualan di kawasan terlarang.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah PKL mulai menempati trotoar dan bahu jalan sejak pagi hingga malam hari. Akibatnya, pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan, sementara kendaraan kerap melambat karena penyempitan jalur lalu lintas.

“Awalnya tertib, tapi sekarang balik lagi. Banner larangan malah digulung. Seolah tidak ada pengawasan,” ujar salah seorang warga yang kerap berolahraga di kawasan Sempur.

Padahal, Pemerintah Kota Bogor telah berulang kali menegaskan bahwa Lapangan Sempur dan Taman Ekspresi merupakan ruang publik yang harus bebas dari aktivitas berdagang. Kawasan ini dirancang sebagai ruang terbuka hijau dan area interaksi warga, bukan pusat ekonomi informal.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik: apakah pengawasan aparat kembali kendor setelah pergantian tahun, ataukah persoalan PKL di kawasan ini memang telah menjadi “ritual tahunan” yang terus berulang tanpa solusi permanen?

Warga berharap pemerintah tidak sekadar memasang spanduk larangan, tetapi juga konsisten dalam penegakan aturan. Tanpa ketegasan dan pengawasan berkelanjutan, penertiban PKL di kawasan strategis Kota Bogor dikhawatirkan hanya menjadi agenda seremonial yang tak pernah benar-benar tuntas.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Miris !!! Jalan Desa Durian Sei Balai Rusak dan Becek, Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan
Tanggul Waduk Perkebunan Jebol, Belasan Rumah di Batu Bara Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter
Seram !!! Kabel Listrik Semrawut di Kantor DPRD Kabupaten Toba
Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎
Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI
KADES KOTO JAYO DIDUGA JADI PEMAIN PETI, ALAT BERAT RHINO KUPAS TANAH TAK BERTUAN SELUAS 1 HEKTARE
Bogor Memanas! 300 Massa PPAK Siap Geruduk Istana Bogor dan Tol Baranangsiang Terancam Ditutup ‎
Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Miris !!! Jalan Desa Durian Sei Balai Rusak dan Becek, Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Tanggul Waduk Perkebunan Jebol, Belasan Rumah di Batu Bara Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Seram !!! Kabel Listrik Semrawut di Kantor DPRD Kabupaten Toba

Sabtu, 26 September 2026 - 20:28 WIB

Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎

Senin, 21 September 2026 - 23:47 WIB

Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI

Berita Terbaru