Kota Bogor, Jabar || Sangkakala7
Pemandangan deretan pedagang kaki lima (PKL) atau K5 yang memenuhi sepanjang kawasan Lapangan Manunggal, Kota Bogor, kembali menuai sorotan warga. Area yang seharusnya menjadi ruang terbuka publik dan sarana olahraga kini dipadati lapak-lapak dagangan, terutama pada siang hingga malam hari. Senin, 05/01/2026.
Pantauan di lokasi, PKL terlihat berjejer memakan bahu jalan, sehingga mengganggu kenyamanan pejalan kaki dan pengguna jalan. Kondisi ini menimbulkan kesan pembiaran yang berlangsung cukup lama tanpa penertiban berarti.
Sejumlah warga pun mempertanyakan peran dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor dalam menegakkan peraturan daerah. Mereka menilai keberadaan PKL di kawasan tersebut sudah melampaui batas toleransi.
“Setiap hari semakin banyak. Seolah-olah tidak ada aturan. Kami jadi bertanya-tanya, ada apa dengan Satpol PP?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Bahkan, warga tersebut mempertanyakan apakah Wali Kota Bogor mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan. “Apakah selama ini wali kota dibohongi? Atau laporan ke atasnya tidak sesuai dengan fakta di lapangan?” tambahnya dengan nada heran.
Warga menilai penataan PKL seharusnya dilakukan secara tegas namun tetap manusiawi, dengan menyediakan lokasi alternatif yang tidak mengganggu fasilitas umum. Mereka khawatir jika pembiaran terus terjadi, Lapangan Manunggal akan kehilangan fungsi utamanya sebagai ruang publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Satpol PP Kota Bogor terkait alasan belum optimalnya penertiban di kawasan tersebut. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan melakukan evaluasi agar ketertiban dan kenyamanan bersama dapat terwujud.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








