Gunung Kapur Ciampea, Saksi Sejarah Eksploitasi Tambang Sejak Masa Belanda

- Redaktur

Senin, 5 Januari 2026 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, JABAR || Sangkakala 7
Kawasan Gunung Kapur Ciampea di Kabupaten Bogor bukan hanya dikenal sebagai wilayah tambang batu kapur, tetapi juga menyimpan jejak sejarah panjang sejak masa kolonial Belanda. Gunung kapur yang membentang di Kecamatan Ciampea ini telah menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi dan pembangunan sejak awal abad ke-20. Senin,05/01/2026.

Berdasarkan catatan sejarah dan penuturan warga setempat, eksploitasi batu kapur di kawasan Ciampea sudah dimulai pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Saat itu, batu kapur menjadi salah satu bahan utama untuk pembangunan infrastruktur kolonial, seperti gedung pemerintahan, jembatan, hingga jalur kereta api di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Penambangan pada masa Belanda dilakukan secara manual dengan melibatkan tenaga kerja lokal. Sistem kerja paksa atau kerja rodi disebut-sebut pernah diterapkan, meski tidak terdokumentasi secara resmi. Bekas lubang tambang dan jalur pengangkutan sederhana yang masih terlihat hingga kini menjadi saksi bisu aktivitas tersebut.

Selain sebagai lokasi tambang, kawasan Gunung Kapur Ciampea juga diyakini memiliki nilai strategis pada masa kolonial. Letaknya yang tidak jauh dari pusat Kota Bogor memudahkan distribusi hasil tambang ke berbagai wilayah. Batu kapur dari Ciampea dikenal memiliki kualitas cukup baik untuk bahan bangunan.

Pasca kemerdekaan, aktivitas penambangan terus berlanjut dan dikelola oleh berbagai pihak, baik perusahaan maupun masyarakat. Namun, eksploitasi yang berlangsung selama puluhan tahun turut menimbulkan dampak lingkungan, seperti perubahan bentang alam, debu, serta berkurangnya kawasan hijau di sekitar gunung.

Kini, Gunung Kapur Ciampea tidak hanya dipandang sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai situs yang memiliki nilai sejarah. Sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati sejarah mendorong agar kawasan ini mendapat perhatian lebih, baik dari sisi pelestarian lingkungan maupun pendokumentasian sejarah masa kolonial yang pernah terjadi di dalamnya.

“Gunung Kapur Ciampea ini bukan sekadar tambang, tapi bagian dari sejarah Bogor. Generasi muda perlu tahu bahwa tempat ini punya cerita panjang sejak zaman Belanda,” ujar salah satu warga setempat.

Upaya pelestarian dan penataan kawasan dinilai penting agar Gunung Kapur Ciampea dapat menjadi warisan sejarah yang tetap lestari, sekaligus memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Warga Harapkan Legalitas Tambang Rakyat di Uluan Toba
Bau Busuk Terbongkar, Diduga Calon Direktur BUMD PT Bumi Siak Pusako Titipan Bupati
Pertambangan Emas Skala Besar di Sukabumi Tuai Sorotan, Beroperasi di Kawasan UNESCO Global Geopark Ciletuh
Berita ini 21 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:07 WIB

Warga Harapkan Legalitas Tambang Rakyat di Uluan Toba

Sabtu, 7 Februari 2026 - 16:05 WIB

Bau Busuk Terbongkar, Diduga Calon Direktur BUMD PT Bumi Siak Pusako Titipan Bupati

Minggu, 11 Januari 2026 - 07:58 WIB

Pertambangan Emas Skala Besar di Sukabumi Tuai Sorotan, Beroperasi di Kawasan UNESCO Global Geopark Ciletuh

Senin, 5 Januari 2026 - 22:48 WIB

Gunung Kapur Ciampea, Saksi Sejarah Eksploitasi Tambang Sejak Masa Belanda

Berita Terbaru

Pemerintahan

Presiden RI dan Bupati Humbahas Serahkan Bantuan Qurban

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:24 WIB