Puluhan Guru Perempuan Ajukan Cerai Usai Diangkat PPPK, Pakar Soroti Dinamika Relasi dan Ketahanan Keluarga

- Redaktur

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bogor, Jabar || Sangkakala 7
Fenomena puluhan guru perempuan yang mengajukan gugatan cerai setelah resmi diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi perhatian publik. Peristiwa ini dinilai bukan sekadar persoalan angka statistik, melainkan cerminan dinamika rumah tangga yang semakin kompleks di tengah perubahan status sosial dan ekonomi. Selasa, 06/01/2026.

Pengangkatan sebagai PPPK membawa peningkatan kesejahteraan melalui sertifikasi dan penghasilan yang lebih stabil. Namun di balik capaian tersebut, muncul kenyataan yang cukup miris. Perubahan ekonomi kerap mengubah cara seseorang memaknai hubungan pernikahan. Sebagian guru perempuan merasa kini mampu berdiri lebih mandiri, sementara sebagian lainnya mulai mempertanyakan kembali kualitas pernikahan yang selama ini dijalani.

Tak sedikit pihak laki-laki yang mengeluhkan situasi ini. Mereka merasa kehilangan peran sebagai penopang utama keluarga, merasa semakin jauh secara emosional, atau kebingungan menghadapi perubahan dinamika dalam rumah tangga. Ketidaksiapan menghadapi perubahan tersebut sering kali berujung pada konflik berkepanjangan.

Analisa Pakar Psikologi & Parenting

Menanggapi fenomena ini, Dra. Yuli Suliswidiawati, praktisi Konsultasi Psikologi & Parenting sekaligus pengelola E-Course Psikologi dan Parenting, menilai bahwa peningkatan kesejahteraan seharusnya menjadi penguat relasi, bukan pemicu perpecahan.

“Ketika seorang istri mengalami peningkatan status dan penghasilan, akan terjadi pergeseran peran dalam keluarga. Jika tidak dibarengi komunikasi yang sehat dan kesiapan emosional kedua belah pihak, maka konflik sangat mudah muncul,” jelas Dra. Yuli.

Menurutnya, perceraian dalam kasus ini bukan semata karena faktor ekonomi, melainkan karena relasi yang tidak bertumbuh seiring perubahan kondisi. Ia menekankan bahwa banyak pasangan masih terjebak pada pola lama, di mana peran ekonomi menjadi pusat relasi, bukan kemitraan dan kebersamaan.

“Sebagian suami merasa tidak lagi dibutuhkan atau dihargai, sementara istri berharap adanya relasi yang lebih setara dan suportif. Ketika harapan ini tidak dikomunikasikan dengan baik, jarak emosional pun semakin lebar,” tambahnya.

Dra. Yuli juga mengingatkan bahwa kesehatan relasi keluarga tidak bisa hanya diukur dari stabilitas finansial. Kedekatan emosional, empati, keterbukaan, serta komitmen yang terus dirawat bersama menjadi fondasi utama keluarga yang bahagia dan utuh.

Fenomena cerai di kalangan guru perempuan PPPK ini diharapkan menjadi refleksi bersama. Tidak hanya bagi pasangan suami istri, tetapi juga bagi lingkungan sosial dan pemangku kebijakan, agar peningkatan kesejahteraan guru berjalan seiring dengan penguatan ketahanan keluarga melalui edukasi psikologi, parenting, dan relasi pernikahan yang sehat.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Miris !!! Jalan Desa Durian Sei Balai Rusak dan Becek, Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan
Tanggul Waduk Perkebunan Jebol, Belasan Rumah di Batu Bara Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter
Seram !!! Kabel Listrik Semrawut di Kantor DPRD Kabupaten Toba
Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎
Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI
KADES KOTO JAYO DIDUGA JADI PEMAIN PETI, ALAT BERAT RHINO KUPAS TANAH TAK BERTUAN SELUAS 1 HEKTARE
Bogor Memanas! 300 Massa PPAK Siap Geruduk Istana Bogor dan Tol Baranangsiang Terancam Ditutup ‎
Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Miris !!! Jalan Desa Durian Sei Balai Rusak dan Becek, Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Tanggul Waduk Perkebunan Jebol, Belasan Rumah di Batu Bara Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Seram !!! Kabel Listrik Semrawut di Kantor DPRD Kabupaten Toba

Sabtu, 26 September 2026 - 20:28 WIB

Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎

Senin, 21 September 2026 - 23:47 WIB

Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI

Berita Terbaru