Polemik Sampah Tangsel di Cileungsi Memanas, Kades Dayeuh Ultimatum PT Aspex Kumbong

- Redaktur

Minggu, 11 Januari 2026 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, JABAR || Sangkakala 7
Polemik masuknya ratusan ton sampah dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) ke fasilitas pengelolaan PT Aspex Kumbong di Cileungsi, Kabupaten Bogor, kian memanas. Kepala Desa Dayeuh, Jamhali BJ, SE, melayangkan ultimatum keras kepada perusahaan pengelola sampah tersebut lantaran dinilai beroperasi tanpa etika dan koordinasi dengan pemerintah desa maupun masyarakat setempat. Minggu,11/01/2026.

Jamhali menegaskan, aktivitas pengiriman sampah berlangsung tanpa komunikasi resmi, meski dampaknya langsung dirasakan oleh warga Desa Dayeuh. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai ironi yang tak bisa dibiarkan berlarut-larut.

“Ironis. Sampah sudah masuk, polemik sudah meledak di media, tapi sampai hari ini tidak pernah ada koordinasi resmi dengan pemerintah desa,” tegas Jamhali saat dikonfirmasi.

Menurutnya, sejak awal pihak desa telah memberi sinyal agar perusahaan menunjukkan itikad baik sebelum menjalankan aktivitas pengolahan sampah skala besar. Namun, peringatan tersebut dinilai diabaikan. Akibatnya, berbagai pertanyaan dan kekhawatiran warga tak pernah mendapatkan jawaban resmi.

“Warga mempertanyakan dampak lingkungan, limbah air lindi, lalu lintas kendaraan sampah, hingga potensi gangguan kesehatan. Semua itu tidak pernah dijelaskan secara terbuka oleh perusahaan,” ujarnya.

Jamhali menegaskan, jika situasi semakin tidak kondusif dan merugikan masyarakat, pemerintah desa tidak akan ragu mengambil langkah tegas. Penghentian aktivitas pengiriman sampah disebut sebagai opsi nyata.

“Kalau mengganggu lingkungan dan merugikan warga, kami siap menghentikan aktivitas tersebut. Pemerintah desa punya tanggung jawab melindungi masyarakat,” tandasnya.

Sikap keras Kepala Desa Dayeuh ini dinilai sebagai bentuk perlawanan terhadap praktik pengelolaan sampah yang dianggap sepihak dan arogan, tanpa melibatkan unsur sosial dan lingkungan setempat.

Di sisi lain, PT Aspex Kumbong akhirnya angkat bicara. Melalui perwakilannya, Renaldi, pihak perusahaan mengakui belum melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Dayeuh.

“Kami memang belum sempat berkoordinasi. Hari ini kami berencana bertemu Kepala Desa untuk menjelaskan teknis pengelolaan sampah,” ujarnya.

Diketahui, ratusan ton sampah per hari dari Pemkot Tangerang Selatan dikirim ke PT Aspex Kumbong sebagai langkah darurat menyusul krisis sampah di wilayah tersebut. Namun, kebijakan ini memicu penolakan di sejumlah titik.

Sebelumnya, warga di sekitar TPA Cilowong juga melakukan protes keras, menolak masuknya sampah Tangsel akibat minimnya sosialisasi, lemahnya koordinasi, serta kekhawatiran pencemaran lingkungan, khususnya dari limbah air lindi.

Masuknya sampah lintas daerah tanpa kesiapan sosial dan lingkungan kini dinilai sebagai bom waktu. Jika tidak segera diselesaikan secara transparan dan melibatkan masyarakat, konflik terbuka antara warga, pemerintah desa, dan perusahaan disebut tak terhindarkan.

Facebook Comments Box

Penulis : KB-040

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Sudah Diberitakan, Kebersihan Masjid Raya Bogor Tak Kunjung Berubah
Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎
5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong
Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol
Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan
Babi Mati Dibuang ke Sungai, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Peringati HUT RI ke-81, PT Menarini Indria Laboratories Tanam 1.500 Mangrove di Pesisir Babelan
Langkahnya Tak Sempurna, Tanggung Jawabnya Tetap Utuh Kisah Paskibraka Tarabintang
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 16:38 WIB

Sudah Diberitakan, Kebersihan Masjid Raya Bogor Tak Kunjung Berubah

Kamis, 3 September 2026 - 16:46 WIB

Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:41 WIB

5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan

Berita Terbaru

Pemerintahan

Percepat Sertifikasi Halal, Bupati Humbahas Perkuat UMKM Lokal

Kamis, 10 Sep 2026 - 21:33 WIB

Pemerintahan

BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN TINJAU PENYALURAN AIR BERSIH

Kamis, 10 Sep 2026 - 21:16 WIB