Kabupaten Bekasi || Sangkakala 7
BPBD Kabupaten Bekasi bersama unsur terkait melakukan sejumlah langkah penanganan penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar kepada warga terdampak.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, jumlah warga yang terdampak mencapai 48.449 jiwa, sebanyak 1.270 jiwa terpaksa mengungsi.
Untuk penanganan darurat, telah disiapkan 16 titik lokasi pengungsian yang tersebar di 7 kecamatan, dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di wilayah Kecamatan Babelan, Sukawangi, dan Pebayuran.
Bencana hidrometeorologi ini, juga mengakibatkan lahan pertanian seluas 6.487 hektare terdampak bencana dan berpotensi mempengaruhi produktivitas pertanian masyarakat.
Koordinasi lintas sektor TNI, Polri, perangkat daerah, relawan, serta aparat desa, melakukan pemantauan pendiriklan dan pengelolaan titik-titik pengungsian di wilayah rawan bencana.
Kepala BPBD Kabupaten Bekasi menyampaikan bahwa banjir terjadi dengan ketinggian muka air (TMA) bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga 120 sentimeter, terutama di wilayah utara dan tengah Kabupaten Bekasi. Beberapa kecamatan yang terdampak cukup signifikan antara lain Sukawangi, Sukakarya, Tambun Utara, Tambun Selatan, Cabangbungin, Karangbahagia, Cikarang Utara, serta Cikarang Timur. Selain banjir, BPBD juga mencatat kejadian longsor di wilayah Kecamatan Setu.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor, serta segera melaporkan kondisi darurat melalui kanal resmi BPBD Kabupaten Bekasi.
Penulis : Asep
Editor : Priyatna








