Sangkakala7.tv || Kota Bogor, Jabar
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menegaskan komitmennya dalam mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) pada tahun 2030. Langkah strategis dilakukan melalui penguatan deteksi dini, perluasan investigasi kontak, peningkatan keberhasilan pengobatan, serta kolaborasi lintas sektor. Kamis, 26/03/2026.
Kepala Dinkes Kota Bogor, dr.Erna Nuraena, menyampaikan bahwa TBC masih menjadi tantangan kesehatan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“TBC bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan sosial. Karena itu, penanganannya tidak bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan saja. Kita membutuhkan dukungan keluarga, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan media untuk bersama-sama memutus rantai penularan,” ujar Erna dalam keterangannya.
Secara nasional, Indonesia masih menempati peringkat kedua dunia dengan beban kasus TBC tertinggi. Di tingkat provinsi, Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus signifikan, dipengaruhi oleh tingginya jumlah penduduk serta mobilitas masyarakat.
Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis hingga Desember 2025, capaian program TBC di Kota Bogor menunjukkan tren positif. Penemuan terduga TBC mencapai 116 persen dari target, notifikasi kasus sebesar 127 persen, serta penemuan kasus TBC pada anak mencapai 122 persen.
Meski demikian, Erna mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah cakupan investigasi kontak yang baru mencapai sekitar 70 persen, serta perlunya penguatan layanan TBC Resisten Obat (TBC RO).
Dinkes Kota Bogor memastikan layanan TBC telah tersedia secara merata dan dapat diakses secara gratis di fasilitas kesehatan pemerintah. Seluruh 25 puskesmas di Kota Bogor kini telah menyediakan layanan TBC, termasuk layanan TBC-HIV terpadu.
Sementara itu, RSUD Kota Bogor ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk penanganan TBC Resisten Obat. Selain itu, terdapat 15 laboratorium diagnosis TBC yang tersebar di puskesmas, rumah sakit, dan Labkesda guna mempercepat akses pemeriksaan bagi masyarakat.
Erna juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait biaya pengobatan.
“Semua layanan TBC di fasilitas kesehatan pemerintah gratis. Mulai dari pemeriksaan dahak dengan Tes Cepat Molekuler, rontgen, pemeriksaan HIV, hingga obat dan pemantauan selama masa pengobatan,” jelasnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkot Bogor optimistis target eliminasi TBC pada 2030 dapat tercapai, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat dan sinergi berbagai pihak dalam memerangi penyakit menular tersebut.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








