Sangkakala7.tv || Kota Bogor, Jabar
Kerajaan Pajajaran yang pernah berjaya di tanah Sunda diyakini berpusat di Pakuan Pajajaran, yang kini berada di wilayah Kota Bogor. Kawasan ini tidak hanya menyimpan jejak sejarah kerajaan, tetapi juga menyimpan warisan peradaban jauh lebih tua yang diyakini berasal dari masa prasejarah. Kamis, 26/03/2026.
Terletak di lereng kaki Gunung Salak, wilayah ini dikenal memiliki situs megalitikum berupa punden berundak—struktur batu bertingkat yang tersusun secara sakral. Ciri khasnya adalah batu-batuan runcing dan pipih yang disusun dengan pola tertentu, yang mencerminkan nilai spiritual tinggi masyarakat masa lalu.
Sejumlah kalangan meyakini bahwa situs ini merupakan peninggalan nenek moyang leluhur Sunda, bahkan dipercaya menjadi tempat ibadah dan meditasi para raja Pajajaran, termasuk Sri Baduga Maharaja yang dikenal luas dalam sejarah sebagai pemimpin besar kerajaan tersebut.
Lebih dari sekadar situs arkeologi, kawasan ini juga menyimpan nilai kepercayaan kuno. Leluhur Sunda diyakini memiliki akar dari rumpun Austronesia, yang dalam narasi tradisional sering dikaitkan dengan manusia purba seperti Homo erectus.
Dalam praktik spiritualnya, masyarakat Sunda kuno tidak sepenuhnya menganut animisme, melainkan kepercayaan yang dikenal sebagai Kapitayan. Ajaran ini diyakini telah ada jauh sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha maupun agama-agama besar lainnya di Nusantara, dengan fokus pada pemujaan terhadap kekuatan tertinggi yang tidak berwujud.
Hingga kini, kepercayaan tersebut masih terjaga dalam tradisi masyarakat adat, salah satunya di kalangan Suku Kanekes. Mereka meyakini bahwa Arca Domas merupakan tempat turunnya nenek moyang atau entitas tertinggi yang dihormati dalam sistem kepercayaan mereka.
Keberadaan situs-situs ini menjadi pengingat penting akan panjangnya sejarah peradaban di tanah Sunda. Selain memiliki nilai arkeologis, kawasan tersebut juga menjadi simbol identitas budaya dan spiritual masyarakat yang masih lestari hingga saat ini.
Para pemerhati budaya dan sejarah pun mendorong agar kawasan ini mendapat perhatian lebih, baik dari sisi pelestarian maupun penelitian ilmiah, guna mengungkap lebih dalam jejak peradaban kuno yang masih menyimpan banyak misteri.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








