BOGOR, JABAR || Sangkakala 7
Tak banyak yang tahu, sebelum menjelma menjadi stadion megah bertaraf internasional, kawasan Pakansari di Kabupaten Bogor dulunya hanyalah hamparan kebun singkong. Sepi, jauh dari hiruk-pikuk aktivitas kota, dan nyaris tak tersentuh pembangunan. Tak ada yang membayangkan, lahan sederhana itu kelak menjadi pusat olahraga dan ekonomi baru. Jumat, 09/01/2026.
Perubahan besar bermula pada tahun 1996, ketika Kabupaten Bogor dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat VI. Saat itu, pemerintah daerah merencanakan pembangunan sebuah stadion representatif di kawasan Pakansari. Namun, rencana tersebut harus terhenti di tengah jalan akibat krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1998.
Pembangunan mandek. Lahan yang sempat dipersiapkan kembali menjadi kebun dan tanah kosong selama bertahun-tahun. Harapan akan berdirinya stadion pun seolah ikut terkubur bersama debu waktu.
Hingga akhirnya, titik balik terjadi pada tahun 2012. Proyek pembangunan stadion kembali dihidupkan. Perlahan namun pasti, tiang demi tiang mulai berdiri. Proses panjang itu akhirnya berbuah manis pada 2014, ketika Stadion Pakansari resmi berdiri sebagai salah satu stadion termegah di Jawa Barat.
Siapa sangka, stadion yang dibangun di atas bekas kebun singkong ini kemudian menjadi saksi berbagai ajang olahraga bergengsi, baik nasional maupun internasional. Mulai dari PON XIX Jawa Barat, Asian Games 2018, AFF U-16, hingga Piala AFC U-19, semuanya pernah digelar di Stadion Pakansari.
Tak hanya berfungsi sebagai kawasan olahraga, Pakansari kini berkembang menjadi salah satu magnet ekonomi baru di Kabupaten Bogor. Aktivitas usaha, UMKM, event-event besar, hingga perputaran ekonomi masyarakat tumbuh pesat seiring meningkatnya kunjungan ke kawasan tersebut.
Dari tempat yang dahulu sunyi, Pakansari berubah menjadi pusat aktivitas dan kebanggaan daerah. Dari tanah biasa menjadi panggung luar biasa. Dari kebun singkong, kini menjelma menjadi panggung dunia.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








