BOGOR, JABAR || Sangkakala 7
Prasasti Cianten, salah satu peninggalan sejarah tertua di wilayah Jawa Barat, kembali menjadi sorotan publik. Prasasti yang berasal dari abad kelima pada masa pemerintahan Raja Purnawarman dari Kerajaan Tarumanegara ini telah ada jauh sebelum berdirinya Kerajaan Pajajaran. Rabu, 31/12/2025.
Prasasti Cianten pertama kali ditemukan pada tahun 1864 oleh pihak Hindia Belanda di kawasan aliran Sungai Cianten, Kabupaten Bogor. Sejak ditemukan, batu prasasti tersebut dibiarkan berada di lokasi terbuka dan minim perlindungan, meski nilainya sangat penting bagi sejarah peradaban Nusantara.
Selama kurang lebih 50 tahun, masyarakat setempat, budayawan, dan pemerhati sejarah terus menyuarakan keinginan agar Prasasti Cianten dipindahkan ke tempat yang lebih aman dan layak. Aspirasi ini muncul karena kekhawatiran akan kerusakan akibat faktor alam, vandalisme, maupun kurangnya perhatian serius terhadap situs bersejarah tersebut.
Upaya panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2025, Prasasti Cianten resmi dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif dan aman, sebagai bagian dari langkah pelestarian cagar budaya. Proses pemindahan ini disambut rasa syukur dan haru oleh masyarakat, yang selama puluhan tahun memperjuangkan penyelamatan warisan leluhur tersebut.
Prasasti Cianten menjadi bukti nyata bahwa wilayah Bogor dan sekitarnya telah memiliki peradaban maju sejak lebih dari 1.500 tahun lalu. Keberadaannya menegaskan peran penting Kerajaan Tarumanegara dalam sejarah awal Nusantara, khususnya di tanah Sunda.
Menghargai sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga merawat akar budaya dan identitas bangsa untuk generasi mendatang. Pemindahan Prasasti Cianten di tahun 2025 diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan sejarah sebagai jati diri bangsa Indonesia.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna










