Prasasti Cianten, Jejak Abad Kelima yang Akhirnya Terlindungi di Tahun 2025 ‎

- Redaktur

Rabu, 31 Desember 2025 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, JABAR || Sangkakala 7
‎Prasasti Cianten, salah satu peninggalan sejarah tertua di wilayah Jawa Barat, kembali menjadi sorotan publik. Prasasti yang berasal dari abad kelima pada masa pemerintahan Raja Purnawarman dari Kerajaan Tarumanegara ini telah ada jauh sebelum berdirinya Kerajaan Pajajaran. Rabu, 31/12/2025.

‎Prasasti Cianten pertama kali ditemukan pada tahun 1864 oleh pihak Hindia Belanda di kawasan aliran Sungai Cianten, Kabupaten Bogor. Sejak ditemukan, batu prasasti tersebut dibiarkan berada di lokasi terbuka dan minim perlindungan, meski nilainya sangat penting bagi sejarah peradaban Nusantara.

‎Selama kurang lebih 50 tahun, masyarakat setempat, budayawan, dan pemerhati sejarah terus menyuarakan keinginan agar Prasasti Cianten dipindahkan ke tempat yang lebih aman dan layak. Aspirasi ini muncul karena kekhawatiran akan kerusakan akibat faktor alam, vandalisme, maupun kurangnya perhatian serius terhadap situs bersejarah tersebut.

‎Upaya panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2025, Prasasti Cianten resmi dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif dan aman, sebagai bagian dari langkah pelestarian cagar budaya. Proses pemindahan ini disambut rasa syukur dan haru oleh masyarakat, yang selama puluhan tahun memperjuangkan penyelamatan warisan leluhur tersebut.

‎Prasasti Cianten menjadi bukti nyata bahwa wilayah Bogor dan sekitarnya telah memiliki peradaban maju sejak lebih dari 1.500 tahun lalu. Keberadaannya menegaskan peran penting Kerajaan Tarumanegara dalam sejarah awal Nusantara, khususnya di tanah Sunda.

‎Menghargai sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga merawat akar budaya dan identitas bangsa untuk generasi mendatang. Pemindahan Prasasti Cianten di tahun 2025 diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan sejarah sebagai jati diri bangsa Indonesia.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Babakti Tugu Kujang Meriahkan HJB ke-544, Budiman Sudjatmiko Beri Penghargaan Insan Budaya Bogor
Sejarah Setu Cikaret Cibinong, Danau Legendaris di Dekat Kantor Pemda Kabupaten Bogor
Sukabumi Tak Masuk Rute Karnaval Binokasih 2026, Ini Penjelasannya
Situs Batu Keraton di Puncak Cisarua, Jejak Sejarah yang Tersembunyi di Balik Keindahan Alam
Museum dan Monumen PETA Bogor, Jejak Awal Lahirnya Prajurit TNI
Jejak Peradaban Pajajaran di Lereng Gunung Salak, Warisan Spiritual Leluhur Sunda
Jejak Perjuangan Pertempuran Bojong Kokosan: Inspirasi Abadi untuk Generasi Muda
Dari Kebun Singkong ke Panggung Dunia: Jejak Sejarah Stadion Pakansari
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 05:35 WIB

Babakti Tugu Kujang Meriahkan HJB ke-544, Budiman Sudjatmiko Beri Penghargaan Insan Budaya Bogor

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:04 WIB

Sejarah Setu Cikaret Cibinong, Danau Legendaris di Dekat Kantor Pemda Kabupaten Bogor

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:48 WIB

Sukabumi Tak Masuk Rute Karnaval Binokasih 2026, Ini Penjelasannya

Kamis, 30 April 2026 - 17:20 WIB

Situs Batu Keraton di Puncak Cisarua, Jejak Sejarah yang Tersembunyi di Balik Keindahan Alam

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:22 WIB

Museum dan Monumen PETA Bogor, Jejak Awal Lahirnya Prajurit TNI

Berita Terbaru