4 Fakta Sejarah Stasiun Bogor, Cagar Budaya Berusia 145 Tahun

- Redaktur

Minggu, 4 Januari 2026 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bogor, Jabar || Sangkakala 7
Stasiun Bogor bukan sekadar simpul transportasi kereta api, tetapi juga saksi bisu perjalanan sejarah panjang Kota Bogor. Ditetapkan sebagai cagar budaya, stasiun yang terletak di pusat kota ini telah berusia sekitar 145 tahun dan masih aktif melayani ribuan penumpang setiap harinya. Berikut empat fakta sejarah Stasiun Bogor yang menarik untuk diketahui, khususnya oleh generasi muda. Minggu, 04/01/2026.

1. Dibangun pada Era Kolonial Belanda
Stasiun Bogor pertama kali dibangun pada tahun 1881 oleh Staatsspoorwegen, perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda. Kehadiran stasiun ini menjadi bagian penting dari jalur kereta Batavia–Buitenzorg (nama Bogor pada masa kolonial) yang mendukung mobilitas pejabat kolonial dan distribusi hasil perkebunan.

2. Pintu Gerbang Menuju Kota Peristirahatan Pejabat Kolonial
Pada masa lalu, Bogor dikenal sebagai kota peristirahatan favorit pejabat Belanda karena udaranya yang sejuk. Stasiun Bogor menjadi pintu masuk utama menuju Istana Buitenzorg (kini Istana Bogor) dan Kebun Raya Bogor. Tak heran, kawasan sekitar stasiun berkembang pesat sejak akhir abad ke-19.

3. Arsitektur Klasik yang Masih Dipertahankan
Meski telah mengalami beberapa kali renovasi, Stasiun Bogor tetap mempertahankan ciri khas arsitektur kolonialnya. Elemen bangunan seperti atap tinggi, bukaan lebar, dan struktur utama masih mencerminkan gaya arsitektur Eropa tempo dulu, yang dirancang untuk menyesuaikan dengan iklim tropis.

4. Tetap Berfungsi di Tengah Modernisasi Transportasi
Berbeda dengan banyak bangunan bersejarah yang hanya berfungsi sebagai museum, Stasiun Bogor masih aktif digunakan hingga kini sebagai stasiun akhir KRL Commuter Line lintas Jabodetabek. Setiap hari, puluhan ribu penumpang memadati stasiun ini, menjadikannya salah satu stasiun tersibuk sekaligus tertua yang masih beroperasi di Indonesia.

Sebagai cagar budaya, Stasiun Bogor tidak hanya menyimpan nilai historis, tetapi juga menjadi simbol kesinambungan antara masa lalu dan masa kini. Keberadaannya mengingatkan bahwa pembangunan modern dapat berjalan berdampingan dengan upaya pelestarian sejarah.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Museum dan Monumen PETA Bogor, Jejak Awal Lahirnya Prajurit TNI
Jejak Peradaban Pajajaran di Lereng Gunung Salak, Warisan Spiritual Leluhur Sunda
Jejak Perjuangan Pertempuran Bojong Kokosan: Inspirasi Abadi untuk Generasi Muda
Dari Kebun Singkong ke Panggung Dunia: Jejak Sejarah Stadion Pakansari
Prasasti Batutulis Kota Bogor Diresmikan Usai Revitalisasi, Terintegrasi dengan Museum Pajajaran
Prasasti Cianten, Jejak Abad Kelima yang Akhirnya Terlindungi di Tahun 2025 ‎
Kawasan Empang Bogor, Dari Sukahati hingga Jejak Permukiman Arab ‎
Sejarah Gedung Balai Kota Bogor, Warisan Arsitektur Belanda yang Kini Jadi Kantor Wali Kota ‎
Berita ini 23 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:22 WIB

Museum dan Monumen PETA Bogor, Jejak Awal Lahirnya Prajurit TNI

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:59 WIB

Jejak Peradaban Pajajaran di Lereng Gunung Salak, Warisan Spiritual Leluhur Sunda

Minggu, 22 Maret 2026 - 15:28 WIB

Jejak Perjuangan Pertempuran Bojong Kokosan: Inspirasi Abadi untuk Generasi Muda

Sabtu, 10 Januari 2026 - 00:58 WIB

Dari Kebun Singkong ke Panggung Dunia: Jejak Sejarah Stadion Pakansari

Minggu, 4 Januari 2026 - 21:42 WIB

4 Fakta Sejarah Stasiun Bogor, Cagar Budaya Berusia 145 Tahun

Berita Terbaru

Peristiwa

Banjir Bandang Terjang Cigudeg Bogor, Permukiman Warga Terendam

Sabtu, 18 Apr 2026 - 23:39 WIB