Meski Sempat Melonjak, Dinkes Pastikan Kabupaten Bogor Aman dari Kasus Campak Sepanjang 2026

- Redaktur

Jumat, 27 Maret 2026 - 23:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangkakala7.tv || Kabupaten Bogor, Jabar
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor memastikan wilayah Bumi Tegar Beriman tetap aman dari kasus campak sepanjang tahun 2026. Meski sempat menjadi perhatian menjelang Lebaran, tren kasus kini dinilai terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, mengatakan bahwa pihaknya sempat memberikan atensi khusus terhadap potensi lonjakan kasus campak yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

“Untuk 2026, kasus campak di Kabupaten Bogor secara umum landai dan tidak ada peningkatan yang signifikan,” ujar Fusia saat dikonfirmasi, Jumat (27/3/2026).

Ia mengungkapkan, lonjakan kasus sempat terjadi pada periode Agustus hingga September 2025. Namun, kondisi tersebut tidak sampai masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Kondisi kasus campak di Kabupaten Bogor memang mengalami peningkatan pada Agustus-September 2025, tetapi tidak terjadi KLB karena antar kasus tidak saling berhubungan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fusia menerangkan bahwa campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Morbilli. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, namun juga bisa terjadi pada siapa saja yang belum memiliki kekebalan tubuh.

“Virus ini menyebar sangat cepat melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara,” paparnya.

Gejala awal campak biasanya ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, hingga munculnya ruam merah yang dimulai dari wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak.

Untuk itu, Dinkes mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta melengkapi imunisasi, khususnya bagi anak-anak.

“Penting juga melakukan imunisasi susulan bagi yang belum pernah divaksinasi campak, serta vaksin MR sebanyak tiga kali pada usia 9–12 bulan, 18–24 bulan, dan usia 6–7 tahun,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Kapolsek Bansel Ipda Hendrawan, SH bersama Kapus Kami Seivi Lembasada, Bagikan Masker Gratis di Pasar Watatu
Pemkab Bekasi Pastikan Layanan Kesehatan bagi Pasien Lintas Daerah
Bupati Humbahas Apresiasi Pelaksanaan Kegiatan Bakti Sosial dan Gospel Time Yayasan Godukasi Persada Nusantara
Puskesmas Kami Seivi Lembasada, Melayani Cek Kesehatan Gratis di Giat STQ Ke X- Tingkat Kecamatan Banawa Selatan
Kodam XXIII/Palaka Wira Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Melalui Penyuluhan Kanker dan Tumor
RSUD Doloksanggul : “Sanggup Melaksanakan Pelayanan Sesuai Standar Permenkes Nomor 6 Tahun 2024”
Bupati Humbahas Letakkan Batu Pertama Pembangunan Cath Lab RSUD Doloksanggul, Tingkatkan Layanan Jantung
Kepala UPTD Puskesmas Punggava Tompe Sirenja Adwan. SKM, Masih Ada 5 Kasus Stunting
Berita ini 13 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Kapolsek Bansel Ipda Hendrawan, SH bersama Kapus Kami Seivi Lembasada, Bagikan Masker Gratis di Pasar Watatu

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Pemkab Bekasi Pastikan Layanan Kesehatan bagi Pasien Lintas Daerah

Sabtu, 19 September 2026 - 17:32 WIB

Bupati Humbahas Apresiasi Pelaksanaan Kegiatan Bakti Sosial dan Gospel Time Yayasan Godukasi Persada Nusantara

Senin, 7 September 2026 - 09:15 WIB

Puskesmas Kami Seivi Lembasada, Melayani Cek Kesehatan Gratis di Giat STQ Ke X- Tingkat Kecamatan Banawa Selatan

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Kodam XXIII/Palaka Wira Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Melalui Penyuluhan Kanker dan Tumor

Berita Terbaru