Sangkakala 7 || Humbahas, Sumut
Harga minyak goreng rakyat merek “Minyak Kita” di pasar tradisional wilayah Humbang Hasundutan dilaporkan melonjak hingga Rp 22.000 per kilogram, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menetapkan HET “Minyak Kita” sebesar Rp 15.700 per liter. Namun di lapangan, harga ditemukan jauh lebih tinggi, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Senin, 20/04/2026.
Pantauan di sejumlah pasar menunjukkan harga tersebut diberlakukan oleh pedagang eceran. Warga mengaku keberatan karena minyak goreng merupakan kebutuhan pokok sehari-hari. “Sekarang sudah Rp 22 ribu per kilo, sangat terasa bagi kami,” ujar salah satu pembeli.
Sejumlah pedagang menyebut kenaikan harga dipicu oleh terbatasnya pasokan dari distributor. Harga di tingkat agen disebut sudah tinggi, sehingga berdampak langsung pada harga jual ke konsumen.
Kondisi ini memunculkan dugaan adanya gangguan distribusi hingga potensi permainan harga di lapangan. Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pengawasan serta langkah stabilisasi harga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti lonjakan harga “Minyak Kita” di wilayah Humbang Hasundutan.
Penulis : Charles Sihombing
Editor : Priyatna








