Masyarakat KTPHS Kutuk PT. Smart Bongkar Masjid Ar-Rahman

- Redaktur

Selasa, 21 April 2026 - 00:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangkakala 7 || Labuhanbatu Utara, Sumut
Masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Padang Halaban Sekitarnya (KTPHS) menyesalkan sikap pihak PT Smart di Padang Halaban, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), atas pembongkaran Masjid Ar-Rahman.

Menurut warga Aan Sagita pembongkaran yang terjadi saat mendekati waktu Magrib pada Kamis (15/4/2026) sekira pukul 17.30 WIB itu merupakan tindakan terkutuk yang seharusnya dapat dicegah oleh pemerintah setempat.

“Kami sangat mengutuk aksi kebiadaban mereka yang telah merobohkan masjid tempat kami beribadah sekaligus tempat kami berteduh. Tindakan ini merupakan bentuk pelecehan terhadap tempat ibadah dan mencederai rasa keadilan umat,”

Aan menambahkan, pembongkaran secara mendadak tersebut melibatkan sekitar 500 personel, di antaranya aparat penegak hukum, pemerintah kecamatan, pihak pengamanan perusahaan, serta OKP. Aksi tersebut juga telah dilaporkan ke Dewan Masjid Indonesia dan Mabes Polri di Jakarta.

Ia menjelaskan, masih bertahannya kelompok tani serta berdirinya Masjid Ar-Rahman di lokasi lahan konflik dengan PT Smart disebabkan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan tersebut telah habis pada 2024 lalu.

Hingga berita ini diturunkan, warga sekitar masih terus memantau lokasi masjid yang telah dibongkar. Mereka menuntut pengembalian lahan serta pembangunan kembali masjid di lokasi semula sebagai bentuk pemulihan hak-hak masyarakat.

Facebook Comments Box

Penulis : KB-070

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎
5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong
Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol
Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan
Babi Mati Dibuang ke Sungai, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Langkahnya Tak Sempurna, Tanggung Jawabnya Tetap Utuh Kisah Paskibraka Tarabintang
Sungai Meluap, Banjir Rendam Jalan Trans Sulawesi dan Permukiman Warga di Sendana
Kebakaran Melanda Areal Masyarakat Blok 06A Tebo, Berjarak 100 Meter Dari Areal PT TPIL
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:46 WIB

Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:41 WIB

5.150 Pengemudi Ojol Ikuti Gebyar Keselamatan Lalu Lintas Korlantas Polri di Serpong

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Lokasi Perkebunan, Warga Duga Aktivitas PETI Buol

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Galian Pasir di Purba Baringin Diduga Tak Berizin, Warga Minta Pemkab Humbahas Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:59 WIB

Babi Mati Dibuang ke Sungai, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Berita Terbaru

Pemerintahan

Percepat Sertifikasi Halal, Bupati Humbahas Perkuat UMKM Lokal

Kamis, 10 Sep 2026 - 21:33 WIB

Pemerintahan

BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN TINJAU PENYALURAN AIR BERSIH

Kamis, 10 Sep 2026 - 21:16 WIB