Dedi Mulyadi Tegaskan Jangan Rusak Tanah Bogor : “Bogor Itu Tanah Keramat”

- Redaktur

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangkakala 7 || Kabupaten Bogor, Jabar
‎Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali mengingatkan seluruh pihak agar menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Bogor dan tidak melakukan aktivitas yang merusak alam.

‎Dalam pernyataannya, Dedi menegaskan bahwa Bogor memiliki nilai penting, baik secara lingkungan maupun historis, sehingga harus dijaga bersama.
‎“Bogor itu tanah keramat, jangan macem-macem di Bogor,” tegas Dedi.

‎Ia mengaku, pesan tersebut menjadi alasan utama dirinya langsung bergerak melakukan penataan kawasan Puncak sesaat setelah resmi dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat. Menurutnya, kawasan hulu Bogor memiliki peran vital sebagai daerah resapan air yang berpengaruh besar terhadap kondisi lingkungan di wilayah sekitarnya.

‎Penataan kawasan Puncak dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari pengawasan tata ruang hingga penertiban bangunan yang dinilai melanggar aturan dan mengganggu keseimbangan alam.

‎Dedi menilai langkah tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Ia mengklaim penataan yang dilakukan berhasil membantu menyelamatkan wilayah Cisarua yang sebelumnya kerap dilanda banjir saat curah hujan tinggi mengguyur kawasan Puncak.

‎Menurutnya, kerusakan kawasan hulu tidak boleh dibiarkan karena dapat memicu bencana ekologis yang berdampak langsung kepada masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebut akan terus memperkuat pengawasan terhadap pembangunan di kawasan Bogor dan sekitarnya.

‎Dedi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah untuk bersama-sama menjaga kawasan Bogor agar tetap lestari dan tidak kehilangan fungsi ekologisnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Pemkot Bogor Siapkan Perwali, Siswa Wajib Tanam Pohon dari SD hingga SMA
Alun-Alun Cibinong Jadi Primadona Saat CFD, Kebersihan Perlu Perhatian Bersama
Lemahnya Pengawasan Lingkungan Hidup, PGM Labura Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati dan Lingkungan Hidup
Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Tengah Hujan, Forkopimda dan Warga Jaga Ekosistem Setu Citatah
Kampung Estetik di Bojonggede Bikin Takjub, Warga Sulap Gang Biasa Jadi Eksotik
Kawasan Hijau di Sentul City Gundul Usai Penebangan, Warga Protes dan Soroti Transparansi ‎
HUT Del ke-25, 1.000 Bibit Pohon Ditanam Dukung Kelestarian Lingkungan di Toba
Penambangan Pasir Diduga Ilegal, Camat Bangun Purba Boby Arianto, S.STP., M.AP Akan Periksa Keberadaannya
Berita ini 24 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:02 WIB

Pemkot Bogor Siapkan Perwali, Siswa Wajib Tanam Pohon dari SD hingga SMA

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:13 WIB

Alun-Alun Cibinong Jadi Primadona Saat CFD, Kebersihan Perlu Perhatian Bersama

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:46 WIB

Lemahnya Pengawasan Lingkungan Hidup, PGM Labura Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati dan Lingkungan Hidup

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:35 WIB

Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Tengah Hujan, Forkopimda dan Warga Jaga Ekosistem Setu Citatah

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:05 WIB

Kampung Estetik di Bojonggede Bikin Takjub, Warga Sulap Gang Biasa Jadi Eksotik

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bupati dan Ketua TP PKK Hadir di Tengah Warga pada CFD Lubuk Pakam

Minggu, 28 Jun 2026 - 20:13 WIB