Dedi Mulyadi Tegaskan Pembukaan Tambang Bogor Barat Masih Tunggu Kajian Lingkungan

- Redaktur

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangkakala 7 || Kota Bogor, Jabar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM menegaskan pembahasan terkait rencana pembukaan kembali aktivitas tambang di wilayah Bogor Barat masih menunggu hasil kajian lingkungan secara menyeluruh.

‎Menurut Dedi, persoalan tambang tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jalan khusus tambang, tetapi juga menyangkut keberlanjutan lingkungan hidup serta masa depan masyarakat di sekitar kawasan pertambangan.
‎Hal tersebut disampaikan Dedi usai menghadiri diskusi kecagarbudayaan di Museum Pajajaran Batutulis, Kota Bogor, Kamis (14/05/2026).

‎“Kita lihat dulu apakah tambangnya masih memiliki keberlangsungan atau tidak. Semua harus berdasarkan kajian lingkungan,” ujar Dedi kepada wartawan.
‎Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum ingin terburu-buru mengambil keputusan terkait operasional tambang sebelum ada kajian komprehensif mengenai dampak lingkungan maupun sosial yang ditimbulkan.

‎Menurut Dedi, apabila aktivitas tambang nantinya dinilai masih layak untuk dilanjutkan, pemerintah akan menghitung luas area tambang serta dampak sosial yang muncul setelah aktivitas pertambangan selesai dilakukan.

‎Selain itu, KDM juga menyiapkan konsep penataan tambang yang dinilai lebih berpihak kepada masyarakat sekitar. Salah satu wacana yang tengah disiapkan yakni mengembalikan 70 persen pajak tambang kepada desa tempat aktivitas pertambangan berlangsung.

‎Kebijakan tersebut dinilai penting agar masyarakat di sekitar tambang tidak hanya menerima dampak negatif seperti debu, kerusakan jalan, hingga lalu lintas kendaraan berat, tetapi juga memperoleh manfaat nyata dari aktivitas pertambangan.

‎Sebagai informasi, aktivitas tambang di wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin telah dihentikan sementara sejak 26 September 2025 berdasarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 7920/ES.09/PEREK.

‎Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini masih melakukan evaluasi dan kajian terkait keberlanjutan aktivitas pertambangan di kawasan tersebut, termasuk dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Rudy Susmanto dan Kapolres Bogor Sambut Anak-anak RA Al Ma’arif Dramaga di Polres Bogor
Hari Jadi Bogor ke-544, Desa Malasari Jadi Tuan Rumah Rapat Paripurna Perdana di Luar Pusat Kota
Bupati Humbahas Dr. Oloan P. Nababan S.H.,MH., Tekankan Sinergi Pemdes Monitoring dan Evaluasi Jamsostek
Bupati Humbahas Dr.Oloan P. Nababan SH.,MH., Terima Audiensi RRI Sibolga dan Jalin Kerja Sama Pemberitaan
Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat, Pemkab Tapteng dan WVI Bangun Jaringan Air Bersih di Tapian Nauli
Bupati Bogor Tegaskan Perang Melawan Narkoba Tak Akan Berhenti
Menata Ulang Tapteng, Bupati Tegaskan Paradigma Baru Pembangunan Berbasis Mitigasi
Infrastruktur Kabupaten Bogor Dikebut, Rudy Susmanto Fokus Perkuat Konektivitas dan Pemerataan Pembangunan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:03 WIB

Rudy Susmanto dan Kapolres Bogor Sambut Anak-anak RA Al Ma’arif Dramaga di Polres Bogor

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:58 WIB

Hari Jadi Bogor ke-544, Desa Malasari Jadi Tuan Rumah Rapat Paripurna Perdana di Luar Pusat Kota

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:56 WIB

Dedi Mulyadi Tegaskan Pembukaan Tambang Bogor Barat Masih Tunggu Kajian Lingkungan

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:25 WIB

Bupati Humbahas Dr.Oloan P. Nababan SH.,MH., Terima Audiensi RRI Sibolga dan Jalin Kerja Sama Pemberitaan

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:04 WIB

Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat, Pemkab Tapteng dan WVI Bangun Jaringan Air Bersih di Tapian Nauli

Berita Terbaru

Olahraga

Turnamen Billiard Takkas Kopi dan Sport Center Siap Digelar

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:34 WIB