Sangkakala 7 || Kabupaten Bogor, Jabar
Kabupaten Bogor kembali bersiap menghadirkan wajah baru kawasan perkotaan. Skywalk Tegar Beriman yang berada di kawasan Simpang Pakansari, Cibinong, kini hampir rampung menjelang peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) 2026.
Dengan desain modern dan tampilan megah, skywalk tersebut langsung mencuri perhatian masyarakat. Struktur jembatan penyeberangan bergaya futuristik itu digadang-gadang menjadi ikon baru Kabupaten Bogor sekaligus simbol penataan kawasan perkotaan yang lebih tertata dan estetik.
Keberadaan skywalk ini diharapkan mampu menjadi solusi penyeberangan yang lebih aman di tengah padatnya arus kendaraan di kawasan Pakansari yang dikenal sebagai salah satu titik lalu lintas tersibuk di Cibinong.
Namun di balik antusiasme publik terhadap tampilannya yang menarik, muncul pertanyaan dari masyarakat: apakah skywalk ini benar-benar akan digunakan secara optimal oleh warga?
Sejumlah warga menilai posisi jalur skywalk dinilai cukup jauh untuk kebutuhan penyeberangan harian. Dalam kondisi lalu lintas yang padat dan mobilitas warga yang serba cepat, sebagian masyarakat diperkirakan tetap memilih menyeberang langsung di bawah karena dianggap lebih praktis dan menghemat waktu.
Pandangan tersebut bukan tanpa alasan. Selama ini, budaya menyeberang langsung di jalan raya masih cukup tinggi, terutama jika akses menuju fasilitas penyeberangan dianggap memutar atau kurang efisien.
“Kalau terlalu jauh muternya, biasanya orang tetap pilih nyebrang langsung. Apalagi kalau buru-buru,” ujar salah seorang warga sekitar Pakansari.
Meski demikian, banyak pula masyarakat yang optimistis skywalk ini tetap akan menjadi daya tarik baru kawasan Cibinong. Selain berfungsi sebagai fasilitas penyeberangan, desain estetik dengan panorama kawasan Pakansari disebut berpotensi menjadi spot favorit warga untuk berswafoto maupun membuat konten media sosial.
Hal itu memunculkan anggapan bahwa fungsi skywalk nantinya bisa bergeser, bukan hanya sebagai infrastruktur transportasi pejalan kaki, tetapi juga ruang publik visual yang mempercantik wajah kota.
Pengamat tata kota menilai keberhasilan sebuah skywalk tidak hanya ditentukan oleh kemegahan desain, tetapi juga dari efektivitas akses, kenyamanan, keamanan, dan kebiasaan masyarakat dalam menggunakannya.
Jika nantinya lebih ramai dipakai untuk berfoto dibanding menyeberang, maka evaluasi terhadap pola akses dan konektivitas pejalan kaki dinilai perlu dilakukan agar fungsi utamanya tetap berjalan maksimal.
Terlepas dari pro dan kontra tersebut, Skywalk Tegar Beriman tetap menjadi salah satu proyek penataan kawasan yang paling menyita perhatian publik menjelang Hari Jadi Bogor 2026. Kehadirannya diharapkan bukan sekadar menjadi landmark baru Kabupaten Bogor, tetapi juga mampu membangun budaya berjalan kaki yang lebih aman, tertib, dan modern di kawasan Cibinong.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








