Kota Palu, Sulteng || Sangkakala 7
Pas I Muharram 1448 Hijriyah/ 2026, gempa mengguncang Kota Palu pada siang hari, yang menimbulkan kepanikan dan trauma, seperti peristiwa Tahun 2018 lalu terjadi Gempa di Palu, Donggala, dan Sigi.
Mudah-mudahan ini tidak terulang lagi jangan ada gempa susulan lagi dan kita harus tetap waspada. Karena takut, masyarakat waspada terjadi gempa susulan ulangnya, demikian dikatakan Anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Provinsi Sulawesi Tengah dari Fraksi Partai Demokrat, Anggota Komisi II Bidang Ekonomi, Dra. Marlela, M.Si, kepada awak media di depan rumah, habis berlarian keluar rumah akibat gempa kekuatan 6,7 Skala Richter, pada Pukul 10.40 dan susulan Pukul 13.30, Selasa, 16 Juni 2026.
Dra. Marlela, M.Si, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah mengatakan, ketika terjadi gempa, saya berada di dalam kamar sedang menyisir rambut untuk persiapan mau di wawancara oleh Wartawan.
Namun tiba-tiba ada guncangan yang terus-menerus yang sangat keras, ada gempa. Saya bersama keluarga dan salah seorang Jurnalis dari Media, yang sedang bertamu (rencana mau wawancara) justru kaget dan ikut keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri, bersama warga lainnya.
Titik gempanya sementara masih menunggu informasi, saya juga kurang tahu juga, yang jelas kuat sekali getaran gempa nya, ujar Drs. Marlela.M.Si.
Gempa ini menurut Anggota Dewan Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 6,5 Skala Richter tepat pukul 10.40 WITA, didapat info dari tentangga dan kebetulan Staf Pegawai di BPBD Provinsi Sulawesi Tengah.
Olehnya itu Anggota Dewan Provinsi Sulteng berharap supaya tidak terjadi lagi bencana yang lebih besar dan dahsyat lagi seperti terdahulu, Kita berdoa kepada Allah SWT, jangan adalagi gempa susulan, dan berharap masyarakat tetap berjaga-jaga, waspada jangan dulu banyak dalam rumah dan antisipasi, himbau Ibu Marlela.
Hal senada di katakan Pegawai BPBD ( Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Israfil menuturkan, Kami dan keluarga sangat kaget dan gemetar langsung keluar rumah dengan ada nya gempa.
Kami juga trauma peristiwa gempa pada tahun 2018 silam.
Beliau juga langsung di hubungan dari BPBD Kabupaten Buol, katanya titik gempa berada di kelautan Buol. dan mencapai 6,7 Skala Richter tepat Pukul 10. 40 WITA, tutur Israfil.
Juga di katakan salah satu warga Masyarakat Perumahan Palupi Permai Kota Palu ibu Siti Ramatiyah (50) menyatakan, Saya kaget dan panik, bersama anak-anak langsung berlari keluar rumah, kami teringat gempa terbesar tahun 2018 silam, apa lagi tadi kami sedang menonton TV, tiba-tiba ada gempa dan rumah bergoyang luar biasa, kata Ibu Siti.
Semua warga masyarakat Perumahan Permai Kota Palu berhamburan keluar rumah, akibat gempa, bahkan warga sudah panik, dan warga masyarakat tetap bertahan beberapa jam di halaman rumah takut ada gempa susulan lagi.
Penulis : Fitri
Editor : Priyatna








