Kabupaten Toba, Sumut || Sangkakala 7
Program penanaman bawang putih serentak 2026 yang digelar di 17 provinsi mendapat catatan khusus dari Bupati Toba, Effendi Sintong Panangian Napitupulu.
Di tengah dorongan pemerintah mempercepat swasembada bawang putih nasional, Bupati menilai pengembangan komoditas tersebut di Kabupaten Toba masih membutuhkan evaluasi dan pendampingan yang lebih serius.
Catatan itu disampaikan Bupati saat menghadiri kegiatan Penanaman Bawang Putih Serentak Tahun 2026 di Desa Gurgur Aek Raja, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, Rabu (19/08/2026), yang dilaksanakan bersama jajaran Polres Toba.
Bupati menyoroti bahwa bawang putih belum menjadi komoditas yang familiar bagi sebagian masyarakat Toba.
Karena itu, menurutnya, program penanaman tidak cukup hanya mengejar luasan tanam, tetapi harus memastikan teknik budidaya dan hasil produksi benar-benar sesuai dengan kondisi daerah.
“Bawang putih ini belum familiar. Saya juga dapat informasi bahwa budidaya bawang putih di sini belum maksimal.

Jadi kepada Dinas Pertanian agar diteliti kembali dan dilakukan evaluasi,” ujar Effendi.
Persoalan tidak berhenti di lahan
Selain persoalan budidaya, Bupati menyoroti aspek pemasaran. Menurutnya, keberhasilan program tidak dapat hanya diukur dari berapa banyak bibit yang ditanam.
Petani juga harus memiliki kepastian mengenai bagaimana hasil panen nantinya diserap dan dipasarkan.
Karena itu, Dinas Pertanian diminta melakukan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan dan kesesuaian bibit, proses penanaman, pemanfaatan teknologi pertanian hingga masa panen dan pemasaran.
Jangan hanya menanam,setelah panen, bagaimana pemasarannya juga harus dipikirkan,menjadi poin penting dalam arahan Bupati terkait pengembangan bawang putih di Toba.
Menurut Bupati, Kabupaten Toba memiliki potensi untuk ikut berkontribusi terhadap program swasembada bawang putih nasional.

Namun, potensi tersebut membutuhkan kerja yang lebih terukur, terutama karena komoditas bawang putih belum berkembang maksimal di tengah masyarakat.
Evaluasi tersebut dinilai penting agar program tidak berhenti pada kegiatan seremonial penanaman, tetapi berlanjut menjadi usaha pertanian yang memberikan hasil nyata bagi petani.
Bupati juga mengapresiasi keterlibatan jajaran Polres Toba serta berbagai pihak dalam pelaksanaan program tersebut. Ia berharap sinergi lintas sektor tidak hanya terlihat pada saat penanaman, tetapi berlanjut pada pengawalan dan pengembangan hasil pertanian.
Usai penanaman serentak, Direktur Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian menyerahkan 100 kilogram bibit bawang merah kepada Pemerintah Kabupaten Toba sebagai dukungan terhadap pengembangan komoditas pertanian di daerah tersebut.
Kegiatan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Toba Franshendrik Tambunan, perwakilan Dandim 0210/TU dan Kejaksaan Negeri Toba, Karutan Kelas IIB Balige, Direktur Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian, jajaran Pemerintah Kabupaten Toba, BPS Kabupaten Toba, jajaran Polres Toba, Camat Tampahan, Kepala Desa Gurgur Aek Raja, serta kelompok tani.
Penulis : Ramli Hutapea
Editor : Priyatna










