* MERAJUT KEBERSAMAAN *

- Redaktur

Minggu, 3 Oktober 2021 - 01:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

* Kolose 3 : 5-17 *

JAKARTA | Sangkakala.tv –
“Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu”. (Kolose 3:8)

Hidup dalam keberagaman suku, bahasa, adat istiadat dan agama tidaklah mudah. Namun sebagai orang percaya kita dipanggil untuk bisa merajut kebersamaan di tengah keberagaman. Bagaimana caranya ?

1. MENANGGALKAN MANUSIA LAMA dengan segala kelakuannya.

Kata ” menanggalkan ” memiliki 2 makna, yaitu :

a). Mematikan segala sesuatu yang duniawi seperti : percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, keserakahan yang identik dengan penyembahan berhala *(ayat 5)*.

b). Membuang sikap, karakter dan perilaku yang jahat, seperti: marah, fitnah, geram, kata-kata kotor. *(ayat 8)*

Tanpa mau menanggalkan manusia lama dengan segala perilakunya, maka kita tidak mungkin mampu merajut kebersamaan.

2. MENGENAKAN MANUSIA BARU yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar seturut kehendak Tuhan.

Mengenakan manusia baru artinya memiliki sikap, perilaku dan karakter yang baru pula, yaitu :

a). Dapat menerima dan menghargai perbedaan dan keragaman. (ayat 11)

b). Memiliki belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemah lembutan dan kesabaran dan pengampunan* (ayat 12-13).

c). Mampu menjaga persatuan dan kesatuan untuk saling membantu dalam berbagai pergumulan* (ayat 14-15).

Untuk bisa mengenakan manusia baru hanya bisa dilakukan ketika hidup kita diperbaharui oleh Kristus dan diubahkan menjadi ciptaan baru :

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. *(2 Korintus 5:17)*

Saudaraku terkasih, bagaimana dengan kehidupan kita saat ini ?

Selama kita masih mengenakan manusia lama, maka kita tidak mungkin bisa menciptakan kerukunan, yang terjadi justru kerusuhan ; bukan persatuan tetapi perpecahan !

Tanggalkan dan kenakan manusia baru agar kita mampu merajut kebersamaan dalam keberagaman.

Amin, Tuhan Yesus memberkati 🙏.

(Calves.C)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kekayaan Kearifan Lokal Tradisi Budaya Batak Toba “Marpangir” Perlu Diwariskan Generasi Muda
Kapolres Tebo AKBP Triyanto, S.I.K., S.H., M.H, Gelar Minggu Kasih, Ajak Jemaat Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla
Kadis Kesehatan Tapteng Hadiri Pesta Puncak Tahun Pengajaran Iman HKBP Dolok Nauli
Pemkab Humbahas Ikuti Perayaan Tahun Ekologi HKBP, Bersama Menjaga Kelestarian Alam
Usai Shalat Istisqa di Alun-Alun Kabupaten Bogor, Hujan Langsung Turun, Warga Bersyukur
Ribuan Warga Kabupaten Bogor Gelar Shalat Istisqa, Memohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang
Bupati Donggala Buka STQ Ke- X Tingkat Kecamatan, Desa Surumana, Kec. Banawa Selatan
Hadiri Perayaan HUT ke-49 HKBP Pandan Kota, Bupati Tapteng Ulosi Puluhan Jemaat Lansia
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Kekayaan Kearifan Lokal Tradisi Budaya Batak Toba “Marpangir” Perlu Diwariskan Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Kapolres Tebo AKBP Triyanto, S.I.K., S.H., M.H, Gelar Minggu Kasih, Ajak Jemaat Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Kadis Kesehatan Tapteng Hadiri Pesta Puncak Tahun Pengajaran Iman HKBP Dolok Nauli

Senin, 28 September 2026 - 15:58 WIB

Pemkab Humbahas Ikuti Perayaan Tahun Ekologi HKBP, Bersama Menjaga Kelestarian Alam

Sabtu, 19 September 2026 - 13:29 WIB

Usai Shalat Istisqa di Alun-Alun Kabupaten Bogor, Hujan Langsung Turun, Warga Bersyukur

Berita Terbaru