BANTEN | Sangkakala.tv –
Mimbar Agama Islam ;
✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman ;
وَنَبۡلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلۡخَيۡرِ فِتۡنَةًۖ وَإِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ
_“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”_ (al-Anbiya: 35)
Makna ayat :
📝 Ibnu Abbas radhialllahu anhuma berkata menafsirkan ayat ini,“(Kami menguji kalian) dengan kesusahan dan kesenangan, dengan sehat dan sakit, dengan kekayaan dan kefakiran, serta dengan yang halal dan yang haram. Semuanya adalah ujian.”
📝 Ibnu Yazid rahimahullah mengatakan,“Kami uji kalian dengan sesuatu yang disenangi dan yang dibenci oleh kalian, agar Kami melihat bagaimana kesabaran dan syukur kalian.”
📝 Al-Kalbi rahimahullah berkata, “(Maksud Kami menguji) dengan kejelekan ialah yang berupa kefakiran dan musibah. Adapun diuji dengan kebaikan ialah yang berupa harta dan anak.”
✅ Dalam ayat lain, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
فَأَمَّا ٱلۡإِنسَٰنُ إِذَا مَا ٱبۡتَلَىٰهُ رَبُّهُۥ فَأَكۡرَمَهُۥ وَنَعَّمَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّيٓ أَكۡرَمَنِ ١٥ وَأَمَّآ إِذَا مَا ٱبۡتَلَىٰهُ فَقَدَرَ عَلَيۡهِ رِزۡقَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّيٓ أَهَٰنَنِ ١٦ كَلَّاۖ
“Adapun manusia apabila Rabb-nya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, dia akan berkata, ‘Rabb-ku telah memuliakanku.’Adapun apabila Rabb-nya mengujinya lalu membatasi rezekinya, dia berkata,‘Rabb-ku menghinakanku.’Sekali-kali tidak (demikian).”(al-Fajr: 15-17)
❗️Perhatikanlah ayat-ayat ini, Bagaimana Allah subhanahu wa ta’ala menguji hamba-Nya dengan memberikan kemuliaan, nikmat, dan keluasan rezeki, sebagaimana pula Allah subhanahu wa ta’ala mengujinya dengan menyempitkan rezeki.
‼️ Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala mengingkari orang yang menyangka bahwa diluaskannya rezeki seorang hamba merupakan bukti pemuliaan Allah subhanahu wa ta’ala kepadanya dan bahwa disempitkannya rezeki adalah bentuk dihinakannya hamba.
✔️Allah subhanahu wa ta’ala mengingkari dengan mengatakan كَلَّا (sekali-kali tidak), yakni bahwa perkara yang sebenarnya tidak seperti yang diucapkan oleh (sebagian) orang. Justru Aku (Allah subhanahu wa ta’ala) terkadang menguji dengan nikmat-Ku, sebagaimana terkadang Aku memberi nikmat dengan cobaan-Ku.
(Majid)








