Sangkakala7.tv || Kabupaten Bogor, Jabar
Pesan mendalam disampaikan seorang khatib dalam khutbah Jumat di Masjid Darus Sholihin, Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, terkait makna ibadah di bulan Ramadan. Ia mengingatkan jamaah bahwa akan menjadi kerugian besar jika semangat ibadah hanya muncul saat Ramadan, namun meredup setelah bulan suci berakhir. Jumat, 27/03/2026.
Dalam khutbahnya, khatib menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan. Namun, esensi dari Ramadan sejatinya bukan hanya pada peningkatan ibadah selama sebulan, melainkan bagaimana kebiasaan baik tersebut mampu dipertahankan di bulan-bulan berikutnya.
“Jika Ramadan telah berlalu, sungguh merugi jika kita kembali lalai dan meninggalkan ibadah. Lebih merugi lagi jika selama Ramadan justru masih terus melakukan dosa, sehingga tidak meraih ampunan dari Allah SWT,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia juga mengingatkan bahwa salah satu tanda diterimanya amal ibadah di bulan Ramadan adalah adanya perubahan perilaku menjadi lebih baik setelahnya. Konsistensi dalam salat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta menjaga akhlak menjadi indikator penting keberlanjutan ibadah.
Menurutnya, Ramadan adalah momentum pelatihan spiritual. Jika seseorang tidak mengalami perubahan setelahnya, maka patut untuk melakukan evaluasi diri. “Jangan sampai kita termasuk golongan yang hanya ‘bertemu’ Ramadan, tetapi tidak mendapatkan ampunan di dalamnya,” tambahnya.
Khutbah tersebut ditutup dengan ajakan kepada seluruh jamaah untuk menjaga istiqamah dalam beribadah, memperbanyak amal kebaikan, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan, baik di bulan Ramadan maupun setelahnya.
Pesan ini diharapkan menjadi pengingat bagi umat Muslim agar menjadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih taat dan penuh keimanan.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








