KERIS SEBAGAI PENANGKAL ROH JAHAT

- Redaktur

Senin, 3 Mei 2021 - 07:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB.BEKASI | Sangkakala TV –
Keris Bali adalah senjata tajam yang juga merupakan senjata tradisional Bali.
Keris memang banyak berasal dari berbagai daerah di nusantara dan senjata tradisional ini sering di artikan sebagai benda pusaka, karena di percaya kekuatan magis.

Di Bali sendiri keris memiliki fungsi sebagai alat untuk pertahanan diri dari musuh dan juga sering menjadi senjata pelengkap untuk setiap upacara adat Bali. Senin (3/5/2021)

Pande I Gede Nyuman Urip, menjelaskan ; bagi masyarakat Bali, senjata tradisional seperti keris memiliki nilai spiritual yang tinggi, sehingga tak heran jika masyarakat Bali sendiri sangat mengagungkan senjata tradisional tersebut.

Keris sebagai lambang akan melawan roh jahat.
Rahina Suci Tumpek Landep yang jatuh pada Saniscara Kliwon Landep, menjadi momen bagi Pande Putu Yuga Wardiana.

Pande keris di Pande Urip Wesi Tapa Karya Jalan Ratna, Banjar Tatasan Kelod, Desa Tonja, Kecamatan Denpasar Utara.

Untuk melaksanakan ritual mamitang keris.

Ritual digelar sebelum keris yang dibuat diambil oleh pemesannya. Sebanyak 9 (Sembilan) bilah keris menjalani ritual saat Rahina Tumpek Landep.
Pande Putu Yuga Wardiana di sela-sela persembahyangan Tumpek Landep kemarin.

Proses pembuatan keris berawal dari Matur Piuning sebelum memulai membuat sebilah keris, dan diakhiri dengan mengucapkan rasa terima kasih dan menghaturkan Pejati kepada Ida Betara Brahma Gati.

Mamitang keris juga dilakukan sebelum keris yang dibuat diambil oleh pemiliknya, karena saat membuat keris ada unsur-unsur dari pembuat di dalam keris tersebut, sehingga perlu dibersihkan.

Dalam momen Rahina Tumpek Landep kemarin, Pande Putu Yuga mamitang sebanyak 9 buah keris. Dalam pembuatan keris ini, terdapat berbagai bahan yang digunakan seperti logam tridatu (besi, nikel, baja), panca datu, dan lainnya, sesuai dengan tujuan pembuatan keris.

“Yang dipesan tergantung kegunaannya apa. Semua unsurnya itu mencakup sesuai dengan pemilik kerisnya.

Makanya saya membuat pusaka itu pasti menanyakan untuk apa pusakanya ini,”ujar Pande I Gede Nyuman Urip, seorang pande keris Tua yang berusia 46 tahun ini.

Pande I Gede Nyuman Urip, mewarisi tradisi keluarganya di Pande Urip Wesi Tapa Karya Tonja dan pande keris generasi ke tujuh dan merupakan cucu dari Jro Mangku Pande I Nyoman Derih, seorang Sri Mpu pembuat keris yang namanya telah tercatat dalam wilayah Padang Aji Dusun Karang Asem.

Terkait ritual mamitang keris, salah satu warga yang memesan keris di Perapen Pande I Gede Nyuman Urip, mengatakan dirinya dituntun oleh sebuah mimpi. Dalam mimpinya, dia memegang sebuah keris berwarna hitam dengan bentuk bilah yang lurus.

Setelah bertanya kepada panglingsirnya sebagai pepatih di Pura Puseh di Desa Kerobokan, Kuta Utara, Badung diketahuilah bahwa di tempat dirinya sering ngayah di Pura Puseh.
Dikerobokan tersebut memang terdapat Patih Kembar yang jika ngayah membawa dua bilah keris, yaitu keris dengan bilah luk dan lurus, kata Pande I Gede Nyuman Urip.

Benang merah akhirnya mempertemukannya dengan Pande I Gede Nyuman Urip. “Lama ngobrol, barulah tiyang bilang keinginan tiyang itu. Ditanya untuk apa, saya bilang untuk ngayah, tiyang ceritakan mimpi tiyang. Ternyata, mungkin petunjuk dari Ida batara atau sesuunan tiyang, tiyang matur piuning sareng Ida, nunas tuntunan,” kata Danu Ngurah Mahendra Putra.

Niat bersambut, keris yang dimaksud lalu dibuat dengan tujuan agar digunakan untuk ngayah di Pura.
Dalam pembuatannya yang memakan waktu selama satu tahun, Danu Ngurah Mahendra Putra mengikuti setiap prosesnya Tiang Matur suksme ke Pande I Gede Nyuman Urip
mugi rahayu State sukme ring jagat Bali. (Wiro)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Meriah dan Penuh Hikmat, Pemkab Humbahas Rayakan Paskah 2026 Bersama Masyarakat
GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) se-Resort Lintongnihuta Semarakkan Paskah II di Simpang Kawat
Ponpes Tahfizh Darut Taufik Ar-Rahman Gelar Halal Bihalal, Dihadiri Sejumlah Artis Tanah Air
PWI Kota Bogor dan Perumda Tirta Pakuan Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi serta Kenalkan Direksi Baru
Kapolsek Balaesang Iptu Ramto L : Warga Jawa Perantau dan Lokal Nikmati Rasa Syukur Lebaran Ketupat di Pantai Sibayu
Khutbah Jumat: Usai Ramadan, Umat Diingatkan Jangan Hanya Rajin Ibadah Saat Bulan Suci
Pemudik Padati Rest Area KM 39A, Manfaatkan Waktu Istirahat hingga Shalat
Mimpi Warga Kabupaten Bogor Terwujud, Shalat Idul Fitri Digelar di Lapangan Tegar Beriman Pakansari
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 15:15 WIB

Meriah dan Penuh Hikmat, Pemkab Humbahas Rayakan Paskah 2026 Bersama Masyarakat

Senin, 6 April 2026 - 16:47 WIB

GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) se-Resort Lintongnihuta Semarakkan Paskah II di Simpang Kawat

Minggu, 5 April 2026 - 09:07 WIB

Ponpes Tahfizh Darut Taufik Ar-Rahman Gelar Halal Bihalal, Dihadiri Sejumlah Artis Tanah Air

Jumat, 3 April 2026 - 08:59 WIB

PWI Kota Bogor dan Perumda Tirta Pakuan Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi serta Kenalkan Direksi Baru

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:23 WIB

Kapolsek Balaesang Iptu Ramto L : Warga Jawa Perantau dan Lokal Nikmati Rasa Syukur Lebaran Ketupat di Pantai Sibayu

Berita Terbaru

Peristiwa

Banjir Bandang Terjang Cigudeg Bogor, Permukiman Warga Terendam

Sabtu, 18 Apr 2026 - 23:39 WIB