KAB. BEKASI || Sangkakala7.tv –
Advertorial :
Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D di Cibarusah.
Plt. Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Beni Saputra, mengatakan ;
Rencana pembangunan RSUD Tipe D, membutuhkan lahan minimal 5000 hingga 10.000 meter persegi dengan pagu anggaran sekitar Rp70 miliar.
Adapun rencana pembangunannya akan dilakukan pada 2024, dan prosesnya dimulai pada tahun 2023 mendatang.
Kemudian Beni menambahkan, sebagai Dinas Tekhnis akan mempersiapkan tahapan proses pembuatan Detail Engineering Design (DED) pada tahun 2023 mendatang, sedangkan pembangunan gedung RSUD Tipe D itu direalisasikan pada tahun anggaran 2024.
“Pembangunan RSUD tipe D ini sendiri merupakan usulan Dinas Kesehatan. Untuk titik lokasi pembangunannya Dinas Kesehatan yang menentukan, termasuk kajian-kajiannya,” ungkapnya.
Pada tahun 2022 ini, Pemkab Bekasi akan membangun tiga unit puskesmas baru dengan total anggarannya sebesar Rp15 miliar,”tegas Beni.
Selain rumah sakit, pada 2023 mendatang Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menjadwalkan pembangunan lima unit puskesmas baru, dengan pagu anggarannya mencapai Rp 25 miliar,”ucap Beni.
Sri Enny Mainarti Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, mengatakan ; Pembangunan RSUD tipe D direncanakan di Kecamatan Cibarusah. Keberadaan rumah sakit ini nantinya untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah selatan.
“Rencana pembangunan rumah sakit tipe D di wilayah selatan untuk masyarakat Kabupaten Bekasi wilayah selatan, juga untuk mempermudah akses masyarakat. Rumah sakit ini luasnya 5.000 sampai 10 ribu meter persegi,”kata Sri Enny.
Pembangunan rumah sakit dan puskesmas bagian dari bidang kesehatan yang masuk dalam proyek strategis daerah untuk 2023-2026.
Lanjut Sri Enny Mainarti menegaskan, Kabupaten Bekasi dengan jumlah penduduk hampir tiga juta jiwa yang tersebar di 23 kecamatan, Pemkab Bekasi terus membangun fasilitas kesehatan yang berkualitas. Kabupaten Bekasi saat ini baru memiliki 46 unit puskesmas.
Idealnya satu puskesmas melayani 30 ribu warga,”tutup Sri Enny.
(R.001)








