KAB. BEKASI || Sangkakala7.tv –
Mimbar Agama Kristen :
Yosua 24 : 15b
“Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.”
Salam Dalam Kasih Kristus ;
Saudaraku yg terkasih…
Waktu bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, Yosua masih sangat muda.
Yosua adalah asisten pribadi Musa yang setia selama 40 tahun pengembaraan di padang gurun, dan termasuk dalam 12 orang yang ditugaskan Musa untuk mengintai negeri Kanaan selama 40 hari.
Yosua dan Kaleb adalah dua orang yang memberikan laporan hasil pengintaiannya secara positif.
Dari laporan tersebut terlihat bahwa Yosua adalah orang yang penuh iman.
Di mana, iman itu timbul dari pendengaran Firman.
Artinya iman di dalam diri Yosua terbentuk bukan secara kebetulan, atau terjadi secara instan, melainkan ada harga yang telah dibayar yaitu melalui persekutuan yang karib dengan Tuhan.
Karena memiliki hati yang takut akan Tuhan dan beribadah kepada-Nya.
Dengan sungguh-sungguh Ia pun percaya Tuhan akan memimpin dan menyertai dia saat menggantikan Musa.
Firman Tuhan berkata ;
“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersama-sama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya.”
Haleluya.
Saudaraku yg terkasih…
Tuhan menghendaki kita pun membuat pilihan hidup yang benar, seperti Yosua yaitu beribadah kepada Tuhan.
Definisi ibadah adalah perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah, yang didasari ketaatan untuk mengerjakan perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya, bukan sekedar melakukan kegiatan atau aktivitas gerejawi.
Ibadah yang sejati adalah hidup yang dipersembahkan kepada Allah.
Sebagaimana firman Tuhan dalam Roma 12 : 1 berkata :
“…kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah : Itu adalah ibadah yang sejati.”
Haleluya.
Hidup yang dipersembahkan berarti ;
di mana pun, kapan pun, dan dalam situasi apa pun kita mau tunduk sepenuhnya dalam pimpinan Roh Tuhan, dan dikhususkan untuk Tuhan.
Jadi Saudaraku…..
Marilah kita semuanya memilih tetap beribadah kepada Tuhan.
Seseorang beribadah kepada Tuhan apabila hidup dalam ketaatan dan tidak berkompromi dengan dosa, itulah ibadah yang sejati dan yang berkenan kepada Tuhan.
Haleluya. Amin.
Terpujilah Nama Tuhan.
Selamat beribadah dan berkarya melayani Tuhan.
Tuhan selalu menyertai dan memberkati kita semuanya. Amin. 🙏😇😊
(****)








