TEKUN BERDOA

- Redaktur

Selasa, 18 Mei 2021 - 06:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Sangkakala TV –
Saat seseorang mendoakan dan melakukan deklarasi rohani atas orang lain, sesungguhnya ia sedang “membangun di dalam Roh”. Ia sedang mengkondisikan atmosfir rohani ataupun dunia roh yang ada “di sekitar” hidup orang yang bersangkutan jadi makin kondusif guna termanifestasinya dimensi kemuliaan Tuhan.

1. Kata-kata dan deklarasi rohani yang kita ucapkan merupakan material dalam dunia roh (Amsal 18:20-21, Yesaya 50:4).

Dunia roh (khususnya dalam aspek roh manusia) sangat dipengaruhi oleh apa yang secara terus menerus kita ucapkan. Sikap hati yang kita miliki sangat menentukan apa yang akan kita alami dalam hidup kita (Amsal 4:18-27).

Saat kita menyimpan konflik batin atau pertengkaran dengan seseorang, tanpa sadar kita akan terus “merenungkan ataupun mengimajinasikan” konflik yang sedang terjadi. Sehingga secara tidak langsung kita juga melakukan “pempograman ulang” atas alam bawah sadar kita.

Inilah yang membuka celah bahkan kutukan dapat datang atas hidup kita (Amsal 26:2).

2. Roh Kudus akan membuka mata rohani kita untuk melihat doa-doa atau deklarasi yang selama ini sudah dinaikkan dalam hidup seseorang.

Ada banyak doa atau deklarasi rohani yang sudah siap untuk terwujud dalam hidup seseorang, namun tetap belum bisa terealisasi di kehidupan sehari-harinya karena masih adanya ‘faktor-faktor tertentu’ yang membuat jawaban doa tersebut jadi terus terkendala.

a. Faktor konflik batin – perasaan tidak layak, rasa bersalah atau berdosa, rasa gagal, tidak mau mengampuni, tidak bisa menerima kenyataan dan lain sebagainya.

b. Faktor pekerjaan roh-roh dunia – terintimidasi, tertekan, kuatir, takut dan lain sebagainya.

c. Faktor iman – pertama-tama ada tipu daya Musuh yang harus ditanggulangi : merasa memiliki iman yang kecil atau kurang kuat imannya. Cukup dibutuhkan iman sebesar biji sesawi untuk memindahkan gunung.

Dengan kita menolong menyingkapkan kendala atau penghalang dari jawaban doa yang dimiliki seseorang, maka secara otomatis ia akan langsung menerima terobosan yang memang ia butuhkan.

3. Roh Kudus juga akan menyingkapkan kepada kita jika ada kekuatan kutuk yang sedang diarahkan kepada kita atau ke orang-orang yang kita doakan.

Memang setiap kutuk tidak akan pernah bisa mengenai ataupun mempengaruhi hidup seseorang jika tidak ada “alasan” apa pun (Amsal 26:2). Kutukan jadi memiliki ‘alasan’ untuk mengenai seseorang pada saat :

a. Orang yang bersangkutan lengah secara rohani, ia membiarkan berbagai gejolak emosi negatif terus mengganggu kehidupan sehari-harinya.

b. Orang yang bersangkutan sedang mengalami ‘kebocoran hidup’ – setiap kali kita menghadapi konflik yang tidak kunjung terselesaikan, sesungguhnya kita sedang melubangi perahu kehidupan kita.

c. Orang yang bersangkutan memutuskan untuk terus menyimpan dosa ataupun kesalahan masa lalu yang pernah ia perbuat, bukannya membawa dosa atau kesalahan yang ada di bawah terang pengampunan Tuhan.

d. Orang yang bersangkutan mulai mempercayai dusta Iblis – membiarkan opini atau pendapat dan perkataan negatif dari para musuh mulai mempengaruhi jalan berpikir dan emosinya.

Dengan meresponi setiap arahan Roh secara akurat, kita jadi ‘memiliki cukup otoritas’ untuk berurusan dengan berbagai kekuatan kutuk dan para pendendam yang akan selalu berniat menghancurkan kita (Amsal 8:2). (Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Meriah dan Penuh Hikmat, Pemkab Humbahas Rayakan Paskah 2026 Bersama Masyarakat
GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) se-Resort Lintongnihuta Semarakkan Paskah II di Simpang Kawat
Ponpes Tahfizh Darut Taufik Ar-Rahman Gelar Halal Bihalal, Dihadiri Sejumlah Artis Tanah Air
PWI Kota Bogor dan Perumda Tirta Pakuan Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi serta Kenalkan Direksi Baru
Kapolsek Balaesang Iptu Ramto L : Warga Jawa Perantau dan Lokal Nikmati Rasa Syukur Lebaran Ketupat di Pantai Sibayu
Khutbah Jumat: Usai Ramadan, Umat Diingatkan Jangan Hanya Rajin Ibadah Saat Bulan Suci
Mimpi Warga Kabupaten Bogor Terwujud, Shalat Idul Fitri Digelar di Lapangan Tegar Beriman Pakansari
Shalat Idul Fitri di Lapangan Parungkuda Berlangsung Khidmat dan Dipadati Warga
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 15:15 WIB

Meriah dan Penuh Hikmat, Pemkab Humbahas Rayakan Paskah 2026 Bersama Masyarakat

Senin, 6 April 2026 - 16:47 WIB

GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) se-Resort Lintongnihuta Semarakkan Paskah II di Simpang Kawat

Minggu, 5 April 2026 - 09:07 WIB

Ponpes Tahfizh Darut Taufik Ar-Rahman Gelar Halal Bihalal, Dihadiri Sejumlah Artis Tanah Air

Jumat, 3 April 2026 - 08:59 WIB

PWI Kota Bogor dan Perumda Tirta Pakuan Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi serta Kenalkan Direksi Baru

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:23 WIB

Kapolsek Balaesang Iptu Ramto L : Warga Jawa Perantau dan Lokal Nikmati Rasa Syukur Lebaran Ketupat di Pantai Sibayu

Berita Terbaru