Nyawa Abang Kandung Melayang Gegara Kompor Gas Elpiji

- Redaktur

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapanuli Utara || SANGKAKALA 7 –
Gerak cepat Polres Tapanuli Utara membuahkan hasil, dimana pelaku penganiayaan abang kandungnya hingga meninggal dunia di tempat kejadian berhasil ditangkap.

Kedua abang beradik tersebut yaitu ES (25) dan MS (45) saling baku hantam di Desa Silalitoruan, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu 15 Oktober 2022.

Kepala Kepolisian Resort Tapanuli Utara AKBP Johanson Sianturi SIK.,MH mengungkapkan, korban dalam kejadian tersebut yaitu MS selaku Abangnya dan pelaku adalah ES sebagai adeknya.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan tersangka saat diperiksa, kronologis peristiwa penganiayaan tersebut terjadi, dimana saat tersangka ES sedang duduk-duduk bersama temannya yaitu Fernando Siregar di depan rumahnya, tiba-tiba korban mendatanginya dengan mengendarai motor.

Setelah berdekatan, lalu korban menanyakan, ” Kenapa kamu ambil barang dari rumahku ? “, lalu pelaku menjawab ” itu barang mamaku”.

Barang yang dimaksud dalam pertengkaran tersebut adalah ” Kompor Gas Elpiji “.

Akibat jawaban pelaku, lalu korban mengajak perang sambil mendorong pelaku dengan kedua tangannya. Saat itu pelaku tidak melawan karena merasa bahwa korban adalah abang kandungnya.

Namun perlakuan abang sudah kelewat batas dan sudah berencana mau mengambil ” parang ” lalu pelaku emosi dan mengambil gagang kampak yang ada pada saat itu di tempat kejadian dan memukul kepala korban dari belakang.

Akibat pukulan pelaku terhadap kepala korban, lalu korban terjatuh ke tanah dengan posisi telungkup.
Selanjutnya pelakupun memukul kembali kepalanya dua kali lagi hingga berlumuran darah dan akhirnya meninggal di TKP.

Korban setelah tinggal dikampung pulang dari perantauan, kerab membuat masalah sama ibunya dimana di kampung sempat tinggal bersama ibunya.

Karena perlakuan korban, lalu ibunya mengungsi untuk tinggal dirumah anak ke 3 nya di Kecamatan Muara, karena tidak sanggup tinggal bersama dengan anak sulungnya itu di rumahnya.

Setelah mendapat laporan tersebut, pihak Polres Taput bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku agar tidak sempat melarikan diri.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Tapanuli Utara untuk proses penyidikan selanjutnya.

(KB-062)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum
KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak
Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya
Polsek Kualuh Leidong Gempur Sarang Narkoba di Sei Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir
Gerebek Sarang Narkoba di Batubara, Polisi Sita 111 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp 127 Juta
80 Pil Ekstasi Disita dari Tempat Parkiran Hiburan Malam Singapore Land
Kapolsek VII Koto Ilir Turun ke Lokasi Dugaan PETI, Tak Ditemukan Aktivitas Saat Sungai Surut
Sidang Praperadilan Luis, Saksi Ahli: Tindak Pidana TNI Wajib Diproses Penyidik Polri
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:54 WIB

KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Polsek Kualuh Leidong Gempur Sarang Narkoba di Sei Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Gerebek Sarang Narkoba di Batubara, Polisi Sita 111 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp 127 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:11 WIB

80 Pil Ekstasi Disita dari Tempat Parkiran Hiburan Malam Singapore Land

Berita Terbaru