Kejari Humbahas Tetapkan Kades Nagasaribu II Tersangka Dugaan Korupsi APBDes, Kerugian Negara Rp325,9 Juta

- Redaktur

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Humbahas, Sumut || Sangkakala 7
Kejaksaan Negeri (Kejari) Humbang Hasundutan menetapkan LN, Kepala Desa Nagasaribu II, Kecamatan Lintong Nihuta, sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2024–2025.

Hal tersebut disampaikan Kejari Humbahas dalam konferensi pers di Kantor Kejaksaan Negeri Humbang Hasundutan, Selasa (18/08/2026).

Penetapan tersangka dilakukan setelah Tim Penyidik Kejari Humbahas melakukan serangkaian penyidikan dan memeriksa kurang lebih 30 orang saksi.

Penyidik juga telah mengumpulkan sejumlah alat bukti, antara lain keterangan saksi, keterangan ahli, surat, serta dokumen pertanggungjawaban penggunaan APBDes Tahun Anggaran 2024–2025.

Berdasarkan hasil ekspose bersama Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara pada 12 Agustus 2026, penyidikan dinilai telah memenuhi ketentuan mengenai kecukupan alat bukti.

LN, yang merupakan Kepala Desa Nagasaribu II periode 2018–2026, kemudian ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Negeri Humbang Hasundutan Nomor TAP-01/L.2.31/Fd.2/08/2026 tanggal 18 Agustus 2026.

Dalam konferensi pers tersebut, Kejari Humbahas mengungkapkan bahwa Desa Nagasaribu II mengelola APBDes sebesar Rp999.418.257 pada Tahun Anggaran 2024.
Sementara pada Tahun Anggaran 2025, nilai APBDes mencapai Rp1.061.630.623.

Dari hasil penyidikan, Kejaksaan menemukan dugaan perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan APBDes Tahun Anggaran 2024 dan 2025 yang diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Penyidik menduga terdapat sejumlah penyimpangan dalam pengelolaan anggaran, di antaranya mark up anggaran, kegiatan atau penggunaan dana yang diduga fiktif, serta dugaan manipulasi dokumen pertanggungjawaban, termasuk kuitansi, Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan laporan pertanggungjawaban.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Humbang Hasundutan Nomor 700/276/Inspektorat/VII/2026 tanggal 17 Juli 2026 tentang revisi audit perhitungan kerugian negara, kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut tercatat sebesar Rp325.941.021.

Kerugian tersebut berkaitan dengan pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2024 dan 2025 di Desa Nagasaribu II.

Selain dugaan penyimpangan dalam pengelolaan APBDes, Tim Penyidik Kejari Humbahas juga menemukan dugaan penggunaan sebagian dana yang bersumber dari APBDes untuk kepentingan pribadi tersangka.

Berdasarkan keterangan penyidik, sebagian dana tersebut diduga digunakan untuk bermain judi.

Temuan tersebut menjadi bagian dari materi penyidikan yang saat ini masih berproses secara hukum.

Atas dugaan perbuatannya, LN disangkakan melanggar Pasal 603 juncto Pasal 126 ayat (1) dan/atau Pasal 604 juncto Pasal 126 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, juncto Pasal 18 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, LN langsung ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Humbang Hasundutan Nomor PRINT-01/L.2.31/Fd.2/08/2026 tanggal 18 Agustus 2026.

Penahanan dilakukan selama 20 hari, terhitung sejak 18 Agustus hingga 6 September 2026, di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Humbang Hasundutan.

Kejari Humbahas menyatakan penyidikan perkara tersebut masih terus dikembangkan.
Kejaksaan juga tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang akan dimintai pertanggungjawaban hukum apabila dalam proses penyidikan ditemukan bukti yang mengarah pada dugaan keterlibatan pihak lain.

Penetapan LN sebagai tersangka merupakan bagian dari proses hukum yang masih berjalan. Dengan demikian, asas praduga tak bersalah tetap berlaku sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Facebook Comments Box

Penulis : KB-061

Editor : Priyatna

Berita Terkait

*Polda Sulteng Ungkap Kasus Narkotika di Palu, Sejumlah Barang Bukti Diamankan*
Pencuri Emas dan Ponsel di Tapteng Ditangkap Polisi
Pria Asal Pakkat Ditangkap Di Onan Ganjang, Polisi Sita Sabu dan Ganja
Anak Kandung Diduga Aniaya Ibu Hingga Meninggal Dunia, Polisi Lakukan Penanganan Intensif
Polres Toba Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba, Pengedar Sabu Ditangkap
Keberangkatan Wabup Humbahas ke Selandia Baru Lebih Awal Sebelum Masa Cuti Berlaku, Dipicu Kondisi Force Majeure ?
Simpan Sabu Didalam Korek Api, WP Warga Desa Somare Ditangkap Polisi
Polres Toba Gagalkan Peredaran Sabu Puluhan Gram di Porsea, Seorang Pria Diamankan
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:13 WIB

Kejari Humbahas Tetapkan Kades Nagasaribu II Tersangka Dugaan Korupsi APBDes, Kerugian Negara Rp325,9 Juta

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:07 WIB

*Polda Sulteng Ungkap Kasus Narkotika di Palu, Sejumlah Barang Bukti Diamankan*

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Pencuri Emas dan Ponsel di Tapteng Ditangkap Polisi

Senin, 27 Juli 2026 - 18:14 WIB

Pria Asal Pakkat Ditangkap Di Onan Ganjang, Polisi Sita Sabu dan Ganja

Senin, 20 Juli 2026 - 12:31 WIB

Anak Kandung Diduga Aniaya Ibu Hingga Meninggal Dunia, Polisi Lakukan Penanganan Intensif

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bangkit dari Dampak Bencana, 31 UMKM Humbahas Terima Peralatan Usaha

Selasa, 18 Agu 2026 - 21:28 WIB

Pemerintahan

Bupati Humbahas Tinjau Jembatan Perintis Garuda Tambok Naimbaru

Selasa, 18 Agu 2026 - 21:17 WIB