Dukun Pelaku Pelecehan Seksual di Laporkan ke Polres Metro Bekasi

- Redaktur

Selasa, 18 Oktober 2022 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. BEKASI || SANGKAKALA 7 –
Didampingi sesama korban lelaki paruh baya asal Kecamatan Pebayuran, laporkan Kakek ND (57) salah satu warga Desa Cipayung Kecamatan Cikarang Timur atas dugaan tindak pidana pencabulan yang dialaminya saat ritual untuk kelancaran usahanya ke Polres Metro Bekasi.

Dalam isi laporanya Nomor : LP/B/2555/X/2022/SPKT/Polres Metro Bekasi/Polda Metro Jaya, WRD (55) Warga Kampung Bojongjaya, RT 006 RW 002, Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, mengaku telah menjadi korban pemaksaan melakukan perbuatan cabul.

Saya sempat menolak kenapa ritualnya seperti ini, kan ini menyimpang dari norma agama, kemudian ND menjawab, katanya mau di bersihkan, lalu saya di paksa dan diiming-imingi supaya dapat rejeki, setelah itu saya di lecehkan dengan cara di hisap kemaluan saya, ” ungkap WRD, Senin (17/10/2022).

“Sebelum diperlakukan tidak senonoh, 4 kali saya memberikan kurban kambing, dari harga per ekor Rp 300.000, Rp 350.000, hingga ada yang Rp 700.000,- sesuai permintaan ND, setelah itu, baru ritual pembersihannya, saya diajak naik ke atas di lantai 3, proses nya cuman sekali saja, ” papar WRD.

Lanjut WRD, lokasi praktek pembersihan atau ritual tidak senonoh itu dilakukan ND ke saya di lantai 3 dirumahnya, “terangnya.

“WRD menuturkan, selain dirinya banyak yang menjadi korban dukun ND.

“Banyak yang menjadi korbannya dan banyak pengikut-pengikutnya yang di kecewakan, bisa jadi telah mengalami hal yang sama seperti saya, “ujar WRD

Sambung WRD, kebanyakan
pengikut dukun ND rata-rata lelaki semua di atas 30 ke atas, kumpulnya itu setiap malam Jum’at, “ungkapnya.

Lebih parahnya lagi, lanjut WRD, setiap menjalankan aksi, dukun ND ini selalu berucap kepada para pengikut atau pasiennya dengan kalimat, percaya ke saya (percaya ke Abah) dengan percaya ke Abah sama halnya percaya ke Allah, “terangnya.

“Dengan adanya kejadian yang kami alami ini, maka kami meminta kepada pihak kepolisian segera melakukan tindakan sesuai hukum yang berlaku dan juga menyetop, praktek perdukunan yang dikemas seperti pengajian itu, agar tidak ada lagi yang menjadi korban perbuatan tidak senonoh dan menyimpang dari ajaran agama itu, “harapnya.

(KB-017)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum
KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak
Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya
Polsek Kualuh Leidong Gempur Sarang Narkoba di Sei Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir
Gerebek Sarang Narkoba di Batubara, Polisi Sita 111 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp 127 Juta
80 Pil Ekstasi Disita dari Tempat Parkiran Hiburan Malam Singapore Land
Kapolsek VII Koto Ilir Turun ke Lokasi Dugaan PETI, Tak Ditemukan Aktivitas Saat Sungai Surut
Sidang Praperadilan Luis, Saksi Ahli: Tindak Pidana TNI Wajib Diproses Penyidik Polri
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:54 WIB

KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Polsek Kualuh Leidong Gempur Sarang Narkoba di Sei Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Gerebek Sarang Narkoba di Batubara, Polisi Sita 111 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp 127 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:11 WIB

80 Pil Ekstasi Disita dari Tempat Parkiran Hiburan Malam Singapore Land

Berita Terbaru