Turunkan Emisi Karbon., BBM Pertalite Akan Diganti Pertamax Green 92

- Redaktur

Jumat, 1 September 2023 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA || Sangkakala7.tv
Masyarakat Indonesia Wajib tahu, ini Kebijakan terbaru yang berhembus dari PT.Pertamina (Persero). Dikabarkan bahwa PT.Pertamina (Persero) berencana menghapus Bahan Bakar Mesin (BBM) jenis Pertalite mulai tahun depan dan digantikan dengan *PERTAMAX GREEN 92*.

Direktur Utama (Dirut) PT.Pertamina (Persero), Nicke Widyawati mengatakan, kedepan subsidi untuk Pertalite akan dialihkan untuk Pertamax green 92 itu. Dikatakannya, bahwa
Penghapusan BBM jenis Pertalite ini sejalan dengan aturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dimana produk BBM yang bisa dijual di Indonesia minimal RON 91.

“BBM subsidi kita naikkan dari RON 90 ke RON 92, karena aturan KLHK Oktan Number yang boleh dijual di Indonesia minimum 91,” sebut Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (30/8) lalu di Jakarta.

Nicke menjelaskan, setelah sukses merilis Pertamax Green 95 awal bulan lalu, saat ini pihaknya tengah dalam proses untuk meluncurkan Pertamax Green 92 sebagai pengganti Pertalite.

Pertamax Green 92 adalah campuran antara RON 90 (pertalite) dengan 7 persen bioetanol (E7).
Langkah ini sejalan dengan komitmen Pertamina mendukung Pemerintah untuk menurunkan Emisi dari Bensin.
Dengan meluncurkan energi hijau ini, tak hanya bisa menurunkan emisi karbon, tetapi juga mengurangi anggaran untuk impor gas.

“Jadi, ada 2 Green Gasoline ; Green energy, dan Low Carbon yang jadi Produk baru dari Pertamina. Ini sudah sangat pas. Pertama, dari aspek lingkungan bisa turunkan karbon emisi. Kedua, mandatory bioetanol bisa kita penuhi. Ketiga, kita menurunkan anggaran impor gasoline,” papar Dirut PT.Pertamina (Persero), Nicke Widyawati.

(R-001/KP-065)

Sumber : PT. Pertamina (Persero)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Manajemen Botani Square–Hotel Santika Pastikan Limbah Dikelola Sesuai Standard ‎
Pembangunan RS Khusus Jantung dan Kanker di Simpang Yasmin Bogor Terus Dikebut, Ditargetkan Rampung 2027
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim Saksikan Studi Analisis Sampah di Situ Gede
Dari Gulma Jadi Rupiah: Eceng Gondok Disulap Jadi Produk Kreatif Jelang Triathlon Humbahas 2026
Kabupaten Bogor Pelopori Pembangkit Listrik Berbasis Sampah, Tanda Era Baru Pengelolaan Lingkungan
Warisan Listrik Zaman Belanda, PLTA Karacak Leuwiliang Masih Beroperasi Hingga Kini
Bayar Tol Kini Tanpa Buka Kaca, Teknologi RFID Flo Mulai Diterapkan di Jabodetabek
Mengangkat Warisan Friedrich Silaban Dalam Konteks Transformasi Digital
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:30 WIB

Manajemen Botani Square–Hotel Santika Pastikan Limbah Dikelola Sesuai Standard ‎

Rabu, 29 April 2026 - 19:49 WIB

Pembangunan RS Khusus Jantung dan Kanker di Simpang Yasmin Bogor Terus Dikebut, Ditargetkan Rampung 2027

Sabtu, 25 April 2026 - 10:14 WIB

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim Saksikan Studi Analisis Sampah di Situ Gede

Kamis, 23 April 2026 - 08:01 WIB

Dari Gulma Jadi Rupiah: Eceng Gondok Disulap Jadi Produk Kreatif Jelang Triathlon Humbahas 2026

Rabu, 22 April 2026 - 21:30 WIB

Kabupaten Bogor Pelopori Pembangkit Listrik Berbasis Sampah, Tanda Era Baru Pengelolaan Lingkungan

Berita Terbaru

Olahraga

Tour De Deli Serdang Pecahkan Rekor Peserta

Rabu, 24 Jun 2026 - 20:43 WIB