Kejari Humbahas Hentikan Penuntutan Kasus Penganiayaan Melalui Restorative Justice

- Redaktur

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Humbahas Sumut || Sangkakala 7
Kejaksaan Negeri Humbang Hasundutan melaksanakan penghentian penuntutan berdasarkan mekanisme Keadilan Restoratif (Restorative Justice) terhadap perkara tindak pidana penganiayaan dengan tersangka Idris Frenky Simanullang.

Kegiatan musyawarah dan mediasi tersebut dilaksanakan pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di Rumah Restorative Justice Dalihan Natolu, Desa Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Proses mediasi dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Humbang Hasundutan, Donald T.J. Situmorang, S.H., M.H., didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Yuspita Indah Br. Ginting, S.H., M.H., Jaksa Fasilitator Niko Gabriel Nainggolan, S.H., Kasubsi Prapenuntutan Elisabeth Siska Dewi Siahaan, S.H., serta jajaran Bidang Tindak Pidana Umum Kejari Humbahas.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Humbahas, Van Barata Semenguk, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut turut dihadiri oleh tersangka, korban atas nama Ungkap Parsaoran Simanullang, para pendamping kedua belah pihak, Kepala Desa Matiti II, tokoh masyarakat, serta penyidik yang menangani perkara tersebut.

Perkara bermula dari peristiwa yang terjadi pada 11 April 2026 di sebuah warung di wilayah Kecamatan Doloksanggul. Dalam kejadian itu, tersangka diduga melakukan penganiayaan terhadap korban yang mengakibatkan luka-luka sebagaimana tertuang dalam hasil pemeriksaan medis dan Visum et Repertum yang diterbitkan oleh RSUD Doloksanggul.

Seiring berjalannya proses penanganan perkara, Kejaksaan Negeri Humbang Hasundutan melakukan penelitian terhadap syarat-syarat penerapan Restorative Justice sesuai Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkara tersebut memenuhi syarat untuk diselesaikan melalui mekanisme tersebut.

Dalam proses mediasi yang berlangsung secara musyawarah dan kekeluargaan, tersangka mengakui kesalahannya, menyampaikan permohonan maaf kepada korban, serta berjanji tidak mengulangi perbuatannya di masa mendatang. Korban kemudian menerima permohonan maaf tersebut dan memberikan maaf secara sukarela tanpa syarat.

Kesepakatan damai itu dicapai atas kesadaran kedua belah pihak tanpa adanya paksaan, tekanan maupun intimidasi. Selanjutnya, hasil perdamaian dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan Penyelesaian Perkara Melalui Mekanisme Keadilan Restoratif pada yang ditandatangani oleh para pihak dan Penuntut Umum.

Kepala Kejaksaan Negeri Humbang Hasundutan, Donald T.J. Situmorang, S.H., M.H., menyampaikan bahwa penerapan Restorative Justice merupakan bentuk penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada penghukuman, tetapi juga pada pemulihan hubungan sosial, penyelesaian konflik, dan terciptanya rasa keadilan di tengah masyarakat.

“Restorative Justice memberikan ruang penyelesaian perkara secara damai dengan tetap menjunjung tinggi kepastian hukum, rasa keadilan, dan kemanfaatan. Melalui pendekatan ini, hubungan antara pelaku dan korban dapat dipulihkan sehingga tercipta kembali harmoni dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Kejaksaan Negeri Humbang Hasundutan menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan penegakan hukum yang berkeadilan, humanis, dan berorientasi pada penyelesaian konflik secara konstruktif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Secara umum, penyelesaian perkara melalui Restorative Justice mencerminkan pendekatan hukum yang tidak semata-mata berfokus pada sanksi pidana, tetapi juga mengutamakan pemulihan hubungan antara pelaku dan korban. Pendekatan ini diharapkan dapat menghadirkan keadilan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat, menjaga keharmonisan sosial, serta mendorong penyelesaian konflik secara damai dan bertanggung jawab.

Facebook Comments Box

Penulis : Charles Sihombing

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan
Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung
Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum
KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak
Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya
Polsek Kualuh Leidong Gempur Sarang Narkoba di Sei Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir
Gerebek Sarang Narkoba di Batubara, Polisi Sita 111 Gram Sabu dan Uang Tunai Rp 127 Juta
80 Pil Ekstasi Disita dari Tempat Parkiran Hiburan Malam Singapore Land
Berita ini 90 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Polres Humbahas Mengungkap Dugaan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor di Paranginan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Polres Humbahas Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Di Pollung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Kejari dan Pemkab Humbahas Hadirkan Jaksa Sahabat Pendidik, Guru Bisa Konsultasi Hukum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:54 WIB

KPK Periksa Wakil Bupati dan Sekda Bogor Terkait Dugaan Korupsi Upah Pungut Pajak

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kejari Humbang Hasundutan Lantik Enam Pejabat Eselon V, Ini Nama dan Jabatannya

Berita Terbaru