Tapanuli Utara || Sangkakala7.tv
Dalam rangka sosialisasi percepatan penurunan stunting, Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara Satika Simamora SE.,MM memberikan arahan dan bimbingan kepada peserta Pentahelix.
Satika Simamora SE.,MM mengatakan, stunting masih menjadi persoalan besar yang mendesak untuk diselesaikan bersama.
Satika menyinggung sejumlah dampak stunting terhadap anak dihadapan ratusan tamu undangan yang hadir, diantaranya anak pelajar, organisasi kepemudaan dan elemen masyarakat.
“Stunting masih menjadi persoalan besar yang mendesak untuk kita selesaikan bersama. Stunting tidak hanya berdampak pada kondisi fisik anak, tetapi juga pada kesehatan hingga kemampuan berpikirnya,” kata satika.
Sosialisasi percepatan penurunan stunting dilaksanakan di Jln Sisingamangaraja Sopo Partukoan Gedung Kesenian Tarutung, Rabu (6/12/2023).
Satika khawatir terhadap pertumbuhan anak yang terkena dampak stunting, Satika juga menyinggung soal dampak anak terkena stunting terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Anak stunting nantinya akan tumbuh menjadi manusia dewasa yang produktivitasnya rendah, yang pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan ekonomi, dan semakin menimbulkan persoalan ketimpangan dan kemiskinan. Dengan kata lain, generasi penerus yang stunting tentu akan membawa masa depan bangsa yang stunting pula,” jelasnya.
Satika berharap untuk anak pelajar dan muda-mudi juga yang hadir supaya menghindari narkoba, ganja dan alkohol.
Kepala Dinas PPKBP3A Donna Situmeang mengatakan, stunting adalah: kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama 1000 hari pertama kehidupan.
Harap Donna, untuk mengatasi stunting adalah: mengkonsumsi gizi seimbang dan minum tablet penambah darah satu kali seminggu bagi wanita subur, perhatikan gizi anak dalam 1000 hari pertama kehidupan, dimulai sejak masa kehamilan
hingga anak berusia 2 tahun, tutup donna.
(KB-062)








