Warga Pasilambena Was-was, Ada Fenomena Gumpalan Kabut Putih Dari Arah Gunung Larantuka

- Redaktur

Senin, 8 Januari 2024 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SELAYAR, SULSEL || Sangkakala7.tv
Warga Pulau Kalao toa, Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, sudah tiga hari dibuat cemas, khawatir, dan was-was oleh fenomena kabut putih menyerupai gumpalan asap yang diduga berasal dari puncak gunung Larantuka.

Warga takut dan khawatir, akan kemungkinan terjadinya ledakan dari puncak gunung Larantuka.

Kiriman informasi disampaikan, Sitti Nurbaya, warga Pulau Kalao toa, Kecamatan Pasilambena, via pesan singkat, messenger, Senin, (8/1/2024) petang.

Sitti Nurbaya mengutarakan, warga Pulau Kalao Toa sudah tiga hari tidak bisa melihat Pulau Madu yang biasanya bisa disaksikan dengan mata telanjang dan atau pandangan kasat mata.

Hal serupa dialami warga yang tinggal mendiami Desa Pulau Madu dan sekitarnya.

Selain menghalangi jarak pandang, warga Pulau Madu ikut dibuat kesulitan untuk bisa melihat gugusan Pulau Kalao Toa, pusat ibukota kecamatan yang biasanya sangat jelas menyembul dari arah pesisir pantai.

“Jarak pandang warga sudah tiga hari dibuat terhalang oleh fenomena kabut putih yang menutupi hampir seluruh wilayah Kecamatan Pasilambena”, ungkapnya dengan perasaan yang diliputi rasa takut dan khawatir.

Terpisah, Camat Pasilambena. Andi Irwan menjelaskan, informasi warga tidak bisa dijamin seratus persen kebenaran dan akurasinya.

Tunggu konfirmasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geo Fisika (BMKG) sebagai lembaga tekhnis berkompoten yang berkewenangan mengeluarkan dan menyampaikan informasi yang bersinggungan dengan persoalan potensi ledakan gunung dan atau kebencanaan lainnya.

Irwan berharap warga tidak dibuat semakin panik dan khawatir. Kecamatan Pasilambena dan Larantuka jaraknya cukup jauh, hampir ± 182 km.

Bilapun terjadi letusan, imbasnya tidak akan terlalu signifikan, terangnya. Dia justeru khawatir, ketika warga diungsikan maka otomatis pemerintah akan dibuat terbebani dari sisi penyiapan logistik bantuan yang tidak sedikit jumlahnya.

Pemerintah juga akan kembali dibuat kerepotan mengurusi kurang lebih 8000 jiwa warga masyarakat pengungsi, tandasnya, Senin, (8/01/2024) malam.

(Fadly Syarif)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Miris !!! Jalan Desa Durian Sei Balai Rusak dan Becek, Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan
Tanggul Waduk Perkebunan Jebol, Belasan Rumah di Batu Bara Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter
Seram !!! Kabel Listrik Semrawut di Kantor DPRD Kabupaten Toba
Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎
Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI
KADES KOTO JAYO DIDUGA JADI PEMAIN PETI, ALAT BERAT RHINO KUPAS TANAH TAK BERTUAN SELUAS 1 HEKTARE
Bogor Memanas! 300 Massa PPAK Siap Geruduk Istana Bogor dan Tol Baranangsiang Terancam Ditutup ‎
Sopir Angkot Bogor Demo, Tolak Perda dan Perwali yang Dinilai Bikin Sengsara ‎
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Miris !!! Jalan Desa Durian Sei Balai Rusak dan Becek, Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Tanggul Waduk Perkebunan Jebol, Belasan Rumah di Batu Bara Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Seram !!! Kabel Listrik Semrawut di Kantor DPRD Kabupaten Toba

Sabtu, 26 September 2026 - 20:28 WIB

Kalapas Cibinong dan Empat Pejabat Dinonaktifkan, Dugaan “Klaster Mewah” Napi Masuk Pemeriksaan Internal ‎

Senin, 21 September 2026 - 23:47 WIB

Terima Aspirasi Buruh KSBSI, Wagub Reny Dorong Mediasi dengan PT NNI

Berita Terbaru