Labuhanbatu Utara, Sumut || Sangkakala 7
Tangis haru keluarga pecah sambut kedatangan jenazah korban penganiayaan petugas pengawas dan keamanan PT. Agrinas Palma Nusantara Regional Satu, Desa Sukarame Baru, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Dua dari empat pelaku merupakan oknum TNI yang di tugaskan di perusahaan BUMN tersebut, Kamis (18/6/2026)
Suasana duka isak tangis pecah saat peti jenazah korban di bawa ke rumah duka. Jeritan istri dan anak korban pecah saat melihat jenazah korban yang sudah tidak bernyawa.

Kepala Desa Sukarame Baru, Zaini, menyampaikan bahwa korban bukan mencuri, tapi hanya melintas di daerah tersebut
” Korban ini bukan sedang mencuri, beliau hanya melintas di daerah tersebut. Kejadian ini murni pembunuhan yang dilakukan pihak pengamanan PT. Agrinas Palma Nusantara yang mana dua orang merupakan oknum TNI, satu masih aktif sedangkan yang satu lagi sudah purnawirawan,” ucap Kades.
Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya mengucapkan turut berduka cita, pihak kepolisian akan bekerja profesional terkait kasus dugaan penganiayaan ini.
” Saya turut berduka cita atas peristiwa yang terjadi. Saat ini pihak kepolisian sedang bekerja melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan penganiayaan ini,” ucap Kapolres Labuhanbatu.

Dimana sebelumnya, Diduga empat orang petugas pengawas dan keamanan PT. Agrinas Palma Nusantara Regional Satu, Desa Sukarame Baru, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, aniaya warga hingga tewas di tempat. Dua dari empat pelaku merupakan oknum TNI yang di tugaskan di perusahaan BUMN tersebut, Selasa (16/6/2026) malam
Peristiwa bermula saat korban sedang melintas bersama temannya didusun Lubuk Pinang, Desa Sukarame Baru yang merupakan daerah kawasan suaka alam sitaan Satgas PKH, tiba-tiba korban didatangi empat orang petugas pengawas dan pengamanan PT Agrinas, sehingga terjadi keributan yang berujung korban Luis David Hutabarat (32) dianiaya hingga korban tewas ditempat.
Penulis : KB-070
Editor : Priyatna







