Diduga Depresi Setelah Pulang dari Perantauan, Pemuda Nekat Akhiri Hidup dengan Gantung Diri.

- Redaktur

Kamis, 29 Februari 2024 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAPANULI UTARA || Sangkakala7.tv
Pemuda depresi berinisial PS (23) warga Dusun I, Desa Sangkaran, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara, nekat nengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon durian dengan menggunakan tali.

Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing menerangkan, PS diduga gantung diri Selasa, 27 Februari 2024, sekira Pukul 20.30 WIB, tepatnya di daerah perladangan Sok-sok Pea Batu, Desa Sangkaran Siatas Barita Taput.

Walpon Baringbing menerangkan, menurut keterangan saksi Penty Tambunan (52) atau ibu kandung PS (korban), kepada petugas menyebut, pada Selasa 27 Februari 2024, sekira Pukul 17.30 WIB, korban pulang dari ladang ke rumah, setelah dirumah, korban istirahat dan membersihkan diri.

“Sekira Pukul 19.30 WIB, ayah korban Hirtap Sihombing (54), menyuruh korban untuk mengkusut badannya, korban sempat menolak, karena kecapean.

Namun, akhirnya korban mengkusut ayahnya,”ungkap Walpon Baringbing kepada MPI, Rabu (29/2/2024).

Setengah jam setelah selesai mengkusut, tutur Walpon Baringbing, korban-pun keluar rumah, sekitar Pukul 21.00 WIB, korban tak kunjung pulang.

Lalu kakaknya Elsa Sihombing (26), melakukan pencarian disekitaran rumahnya serta di beberapa warung yang ada di sekitar rumahnya, namun tidak ketemu.

Karena korban sering tidur sendirian di gubuk yang ada di ladangnya, kata Walpon Baringbing, lalu keluarga dan tetangga bersama-sama melakukan pencarian di ladang tersebut.

“Gubuk yang berjarak sekitar 1 kilometer dari rumahnya, keluarga dan tetangga-pun membawa lampu dan senter, karena hari sudah gelap.

Sekitar Pukul 21.00 WIB, warga menemukan korban telah tergantung dengan tali terikat leher di pohon durian dan kaki tidak menyentuh tanah,”tutur Walpon Baringbing.

Warga, langsung dengan cepat berusaha melepaskan tali dari leher korban, guna menyelamatkan korban, manakala belum meninggal dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Tarutung.

Hasil pemeriksaan dokter Rumah Sakit Umum Tarutung, korban dinyatakan sudah meninggal dunia beberapa jam yang lalu.

Sementara sang ibu mengatakan, bahwa korban setelah pulang dari perantauan (Sulawesi), sepertinyaa sering mengalami depresi dan menyendiri wajah seperti tertekan, namun tidak mau bercerita.

Selama ini keluarga sudah berusaha mengobati korban setelah di kampung dan sudah mulai ada perobahan.

Entah kenapa, tiba-tiba korban nekat bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya, itulah yang belum tahu jelas,”tukas Walpon Baringbing.

Polisi masih menyelidiki peristiwa tersebut, apakah ada tindak pidana atau tidak, namun pihak keluarga korban percaya bahwa peristiwa itu murni bunuh diri.

(Tohap Simaremare)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hujan Guyur Bogor, Operasional SPBU Warung Jambu Dihentikan Sementara, Konsumen Keluhkan Minimnya Informasi
Tangis Haru Keluarga Pecah Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penganiayaan Petugas Pengawas dan Keamanan PT. APN Regional 1
Gempa 6.7 Skala Richter Guncang Kota Palu, Warga Masyarakat Perumahan Permai Palupi Panik dan Berhamburan Keluar Rumah
Diduga Pasca Penganiayaan Berujung Kematian, 5 Motor, 2 Pos dan 2 Kantor PT. Agrinas Palma Nusantara Dibakar Massa
Tumpukan Kabel Semrawut di Tiang Listrik, Coreng Estetika Wisata Balige
Seorang Pegawai Tempat Hiburan Malam di Doloksanggul Meninggal, Warga Soroti Dugaan Penyalahgunaan Narkoba
Oknum Supir Truk Ekspedisi Sahat Jaya Diduga Ajak Duel Wartawan, Aksi Terekam CCTV
Detik-detik Gudang Oli di Gunung Putri Terbakar Hebat, Asap Hitam Membumbung Tinggi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:16 WIB

Hujan Guyur Bogor, Operasional SPBU Warung Jambu Dihentikan Sementara, Konsumen Keluhkan Minimnya Informasi

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:48 WIB

Tangis Haru Keluarga Pecah Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penganiayaan Petugas Pengawas dan Keamanan PT. APN Regional 1

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:11 WIB

Gempa 6.7 Skala Richter Guncang Kota Palu, Warga Masyarakat Perumahan Permai Palupi Panik dan Berhamburan Keluar Rumah

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:34 WIB

Diduga Pasca Penganiayaan Berujung Kematian, 5 Motor, 2 Pos dan 2 Kantor PT. Agrinas Palma Nusantara Dibakar Massa

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:59 WIB

Tumpukan Kabel Semrawut di Tiang Listrik, Coreng Estetika Wisata Balige

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bergerak Cepat dan Totalitas, Bupati Tapteng Apresiasi Polri

Kamis, 2 Jul 2026 - 21:37 WIB

Pemerintahan

Bupati Tapteng Hadiri HUT APKASI ke‑26

Kamis, 2 Jul 2026 - 21:34 WIB